Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ini Kesimpulan Hasil Peneliti Unsyiah

dari sampel teri juga tak ditemukan adanya racun atau zat berbahaya, sehingga ikan tersebut aman dikonsumsi

Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ini Kesimpulan Hasil Peneliti Unsyiah
FOR SERAMBINEWS.COM
Peneliti Unsyiah membedah ikan teri yang ditemukan di pantai Gampong Jawa guna melihat lambungnya, Kamis (30/5/2019) 

Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ini Kesimpulan Hasil Peneliti Unsyiah

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ribuan ikan teri (bileh) yang berhamburan di pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, Rabu (29/5/2019) mengundang penasaran banyak orang.

Termasuk peneliti dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang sengaja datang ke lokasi, Kamis (30/5/2019) untuk mencari tahu penyebab meluapnya hasil tangkapan pukat nelayan.

Mereka mengambil puluhan sampel teri berjenis stolephorus indicus dan thryssa SP itu untuk diteliti.

Baca: FOTO-FOTO - Enam Ton Ikan Berhamburan di Pantai Gampong Jawa Banda Aceh

Ahli perikanan yang juga Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Prof Dr Muchlisin ZA SPi MSc, Kamis (30/5/2019) mengatakan, dirinya bersama peneliti Unsyiah Agung Setia Batubara menyimpulkan bahwa penyebab meluapnya tangkapan teri itu karena migrasi sementara yang disebabkan oleh predator berupa ikan-ikan besar.

“Setelah membedah 32 sampel teri untuk dilihat lambung dan gonadnya (kelenjar reproduksi), hasilnya menunjukkan bahwa lambung kosong dan gonad masih belum matang. Artinya, kumpulan teri ini bukan mau kawin, tapi kemungkinan besar mereka bermigrasi sementara karena kehadiran predator di habitat aslinya,” ujarnya.

Baca: Harga Tiket Pesawat Mahal Juga Berimbas ke Bisnis Perhotelan

Hasil penelitian itu juga menunjukkan bahwa air laut normal.

Hasil uji kualitas air pH antara 7,1-7,6, suhu 27-28 derajat celsius, serta salinitas (tingkat keasinan) sebesar 30-31 ppt di sekitar pantai dan 0 ppt di sungai.

Selain itu, dari sampel teri juga tak ditemukan adanya racun atau zat berbahaya, sehingga ikan tersebut aman dikonsumsi.

Baca: Ketua TKD Aceh Irwansyah: Jangan buat Gagasan Karena Kepentingan Politik tak Tercapai

Dekan FKP Unsyiah ini menambahkan, bermigrasinya ribuan teri tersebut diduga kuat akibat menghindari predator.

Apabila mereka datang ke pinggir laut untuk memijah (berkembang biak), biasanya kumpulan teri akan tinggal selama beberapa hari di situ.

“Saat ini mereka sudah balik lagi ke tengah. Jika teri-teri ini datang untuk memijah, tentu pada hari ini (Kamis) tangkapan nelayan akan banyak juga. Tapi ternyata tidak,” jelas Muchlisin.(*)

Baca: Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ahli Perikanan Unsyiah Ungkap Sejumlah Kemungkinan

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved