Sahuti Pernyataan Mualem Terkait Referendum, Komisi A Seluruh DPRK di Aceh akan Gelar Konsolidasi

Pernyataan Ketua Umum Partai Aceh Muzakir Manaf alias Mualem yang menghendaki terwujudnya referendum di Aceh, menggelinding bak bola panas.

Sahuti Pernyataan Mualem Terkait Referendum, Komisi A Seluruh DPRK di Aceh akan Gelar Konsolidasi
ist
Azhari Cagee

Laporan Subur Dani | Banda Aceh   

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pernyataan Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA), Muzakir Manaf alias Mualem yang menghendaki terwujudnya referendum di Aceh, menggelinding bak bola panas.

Bagaimana tidak, pernyataan mantan Panglima GAM itu kini santer diberitakan sejumlah media nasional dan lokal.

Statement Mualem pun direspons oleh petinggi negara, seperti Menteri Kordinador Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto.

Meski menuai kontroversi, pernyataan Mualem tersebut tampaknya disambut baik oleh para pengikutnya di Aceh, terutama eks kombatan GAM dan para politisi Partai Aceh di parlemen Aceh.

Ketua Komisi I DPRA, Azhari Cagee misalnya, dia menyambut baik wacana yang diutarakan Mualem tersebut. Azhari Cagee meminta para pihak tidak berlebihan dalam merespons pernyataan Mualem.

Baca: Kibarkan Bendera Dulu, Baru Bicara Referendum

Baca: Mantan Penasihat GAM Malaysia Dukung Mualem terkait Wacana Referendum, Ini Pesannya

Baca: Wiranto Yakin Referendum Hanya Sebatas Wacana, Tidak Bakal Terjadi

"Kami minta semua pihak, termasuk Muhammad Nazar dan Juga Pak Wiranto jangan terlalu berlebihan dalam menanggapi isu ini, biasa saja," kata Azhari Cagee kepada Serambinews.com, Jumat (31/5/2019).

Wakil Ketua III DPA PA ini mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana tersebut. Tak main-main, Komisi I DPRA berencana akan menggelar konsolidasi bersama Komisi A DPRK se-Aceh.

"Sebagai ketua Komisi I DPRA dan kami atas nama Komisi I DPRA menyambut seruan referendum ini. Kami juga akan melaksanakan konsolidasi semua Komisi A DPRK di Aceh untuk membicarakan isu terkini politik di Aceh salah satunya isu referendum ini. Konsolidasi akan kita gelar setelah Ramadhan," pungkas Azhari Cagee.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mualem menyampaikan Aceh lebih baik referendum dalam sambutannya pada peringatan sembilan tahun wafatnya Wali Neugara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5/2019) malam.

Menurut Mualem, Aceh meminta Referendum karena merasa Indonesia tidak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia juga sudah di ambang kehancuran dari sisi apa saja. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved