Opini

Wujud Keadilan Tuhan di Bulan Ramadhan

Banyak penjelasan Alquran tentang kelemahan manusia. Selain diberikan akal, manusia juga diberikan hawa nafsu

Wujud Keadilan Tuhan di Bulan Ramadhan
IST
Teuku Zulkhairi, Alumnus Dayah Babussalam Matangkuli Aceh Utara, Dosen UIN Ar-Raniry

Oleh Teuku Zulkhairi, Alumnus Dayah Babussalam Matangkuli Aceh Utara, Dosen UIN Ar-Raniry

Manusia diciptakan oleh Allah Swt dengan segala keterbatasan dan kelemahannya. Bahkan kata-kata manusia yang berasal dari kata-kata “insan” sendiri bermakna pelupa. Banyak penjelasan Alquran tentang kelemahan manusia. Selain diberikan akal, manusia juga diberikan hawa nafsu sehingga pada dirinya akan senantiasa terjadi “pertarungan” antara rayuan menuju jalan yang lurus atau jalan yang sesat.

Dalam keadaan manusia seperti ini, Allah Swt juga menghadirkan musuh yang sangat berat untuk dihadapi, yaitu syaitan. Alquran menjelaskan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi kita. Dia bekerja mempengaruhi anak adam (manusia) agar mengingkari Allah Swt dan tidak beribadah kepada-Nya.

Syaitan sebagai kata-kata sifat bermakna “jauh (dari rahmat Allah)” merujuk kepada manusia maupun jin yang kafir. Pimpinan mereka adalah iblis yang berasal dari golongan jin. Iblis adalah makhluk Allah Swt yang pernah beribadah dengan tekun selama ribuan tahun lamanya.

Dalam sejumlah riwayat dijelaskan, iblis ini memiliki pengetahuan yang luar biasa. Iblis bertindak dipercayakan menjadi pemimpin di syurga. Ketika Allah Swt menciptakan Adam dan meminta kepada jin dan malaikat untuk sujud kepadanya, iblis pun enggan dan sombong sehingga ia dikutuk oleh Allah Swt dan diusir dari surga.

Oleh karena itu, iblis dendam kepada anak Adam dan meminta izin kepada Allah Swt untuk memperdaya anak adam. Allah Swt pun mengizinkan seraya Ia menegaskan bahwa iblis tidak akan bisa memperdaya hamba-hamba-Nya yang ikhlas.

Jadi iblis sebagai musuh bagi manusia adalah makhluk yang hebat, hanya saja ia sombong sehingga menjadi kafir dan dikutuk oleh Allah Swt. Dan ia bertekad akan memperdaya manusia agar menjauh dari jalan Islam dan mengikuti jalannya yang sesat. Maka iblis memperdaya manusia dari depan dan belakang mereka. Dari kiri mau pun kanan, dari atas maupun bawah.

Dan usaha iblis lewat bala tentaranya dari kalangan jin dan manusia untuk menipu umat manusia tidak akan pernah berhenti sampai hari kiamat oleh karena dendam kesumatnya kepada Adam. Iblis berjuang lewat berbagai jalur dan metodenya, sehingga sebagian di antara manusia pun terbuai dengan tipuan syaithan. Bahkan pada tingkat memasuki tubuh manusia.

Maka manusia dalam hidupnya senantiasa dihadapkan dengan berbagai godaan dan tipuan duniawi. Jalan ke surga diperlihatkan penuh duri, dan sementara jalan ke neraka dipenuhi keindahan dan kenikmatan. Sesuatu yang salah diperlihatkan sebagai kebenaran dan yang benar diperlihatkan sebagai kesalahan oleh iblis, sehingga pada akhirnya manusia pun terjebak dalam kubangan dosa-dosa.

Dosa mata, dosa telinga, dosa lisan, dosa hati, dosa anggota badan, dosa-dosa pemikiran dan dosa-dosa lainnya yang hanya diketahui oleh Allah Swt dan sementara manusia tidak menyadarinya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved