YARA Beri Bantuan Hukum Gratis kepada PNS Tersangka Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) memberi bantuan hukum untuk Kasman Abdya yang baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse..

YARA Beri Bantuan Hukum Gratis kepada PNS Tersangka Ujaran Kebencian Terhadap Presiden Jokowi
For Serambinews.com
Kasman (baju biru) sedang menandatangani surat kuasa bantuan hukum, Jumat (31/5/2019) 

YARA Beri Bantuan Hukum untuk Kasman Abdya

Laporan Masrizal I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) memberi bantuan hukum untuk Kasman Abdya yang baru-baru ini ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Aceh.

Kasman ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita hoaks dan ujaran kebencian terhadap Presiden RI yang juga capres nomor urut 01, Jokowi melalui akun Facebook miliknya pada Kamis (23/5/2019) lalu.

Surat kuasa bantuan hukum tersebut ditandatangani Kasman pada Jumat (31/5/2019).

Para kuasa hukum yang akan mendampingi Kasman menghadapi proses hukum adalah Safaruddin SH, Fakrurrazi SH, Mila Kesuma SH, dan Muzakir AR SH.

Safaruddin yang dihubungi Serambinews.com mengatakan, pemberian bantuan hukum tersebut atas permintaan Kasman dan keluarganya.

"Kasman sudah mengakui salah dan menyesal," kata Safaruddin.

Baca: Bupati Aceh Besar Tinjau Posko Mudik Lebaran Tahun 2019

Baca: Kibarkan Bendera Dulu, Baru Bicara Referendum

Baca: Ikan Teri Berhamburan di Pantai Gampong Jawa, Ini Kesimpulan dari Panglima Laot

Dia menyampaikan bahwa dalam memberi pendamping hukum, YARA tidak memungut biaya kepada Kasman alias diberi secara cuma-cuma.

Safaruddin juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sudah mengajukan permohonan penangguhan penahanan kepada penyidik.

"Kita sudah ajukan permohonan agar di tangguhkan penahanannya, karena Kasman juga menderita sakit sinusitis dan kurang stabil emosinya pasca kecelakaan beberapa tahun lalu yang membuat kepalanya retak sampai sekarang," jelasnya.

Untuk diketahui, Kasman ditahan pihak penyidik Polda Aceh sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (28/5/2019) karena terbukti melakukan tindak pidana ujaran kebencian yang melanggar UU ITE.

Atas perbuatannya itu, tersangka terancam hukuman sepuluh tahun penjara.

"Insyaallah kita tinggal menunggu arahan Pak Ditkrimsus terkait dengan pengangguhan penahanannya. Harapan kami dan keluarganya Kasman bisa berlebaran bersama keluarganya," pungkas Safaruddin. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved