Pasien Kanker Paru asal Aceh Meninggal Dunia di Bandara Soekarno-Hatta, Menjelang Pulang ke Aceh

Najmuddin M Ali (32), pasien kanker paru-paru asal Reubee, Kecamatan Delima Pidie, meninggal di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (1/6/2019).

Pasien Kanker Paru asal Aceh Meninggal Dunia di Bandara Soekarno-Hatta, Menjelang Pulang ke Aceh
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman (Haji Uma) saat mengunjungi Najmuddin, pasien kanker paru-paru di Ruang Safa RSUZA Banda Aceh, Jumat (19/4/2019) malam. Najmuddin meninggal dunia di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Sabtu (1/6/2019), saat akan pulang ke Aceh. 

Sekilas Tentang Kanker Paru-paru

Dikutip dari Wikipedia.org, kanker paru-paru merupakan penyakit dengan ciri khas adanya pertumbuhan sel yang tidak terkontrol pada jaringan paru-paru.

Bila tidak dirawat, pertumbuhan sel ini dapat menyebar ke luar dari paru-paru melalui suatu proses yang disebut metastasis ke jaringan yang terdekat atau bagian tubuh yang lainnya.

Sebagian besar kanker yang mulai di paru-paru, yang dikenal sebagai kanker paru primer, adalah karsinoma yang berasal dari sel epitelium. Jenis kanker paru yang utama adalah SCLC (kanker paru sel kecil), atau disebut juga kanker sel gandum, dan NSCLC (kanker paru non-sel-kecil).

Gejala paling umum adalah batuk (termasuk batuk darah), berat badan turun, dan sesak napas.

Penyebab paling umum kanker paru adalah paparan dalam jangka waktu yang lama terhadap asap tembakau, faktor genetik, gas radon, dan polusi udara, termasuk asap rokok pasif.

Kanker paru dapat dilihat melalui foto rontgen dada dan tomografi komputer (CT scan).

Diagnosis dapat dipastikan dengan biopsi yang biasanya dilakukan melalui prosedur bronkoskopi atau dipandu dengan CT.

Perawatan dan hasil dalam jangka panjang tergantung pada tipe kanker, stadium (tingkat penyebaran), dan keadaan kesehatan pasien secara keseluruhan, diukur berdasarkan kondisi umum.

Untuk kasus Najmuddin, keluarga menduga jangkitan kanker paru ini disebabkan oleh paparan asap saat memasak nasi goreng, dalam jangka waktu lama.

Selama bekerja sebagai tukang masak nasi goreng, Najmuddin tidak menggunakan masker untuk menyaring udara yang masuk melalui hidungnya.(*)

Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved