Irwansyah: Pak Jokowi akan Sikapi dengan Arif

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh Jokowi-Ma’ruf Amin, Irwansyah alias Muksalmina menyakini Presiden Jokowi

Irwansyah: Pak Jokowi akan Sikapi dengan Arif
FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua TKD Aceh, Irwansyah alias Muksalmina bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan. 

BANDA ACEH - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Aceh Jokowi-Ma’ruf Amin, Irwansyah alias Muksalmina menyakini Presiden Jokowi akan menyikapi dengan arif masalah wacana referendum Aceh.

“Dalam hal pernyataan beberapa pihak di Jakarta dalam menyikapi pernyataan Mualem, saya yakin Pak Jokowi akan menyikapinya dengan arif dan bijaksana masalah wacana referendum,” katanya kepada Serambi, Sabtu (1/6).

Irwansyah menyampaikan hal itu setelah melihat berbagai reaksi yang timbul baik di Aceh maupun Jakarta terkait wacana referendum yang diusulkan Ketua Partai Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem saat acara Haul Wali Nanggroe, Almarhum Tgk Muhammad Hasan Ditiro ke-9 (3 Juni 2010-3 Juni 2019) di Amel Convention Hall, Banda Aceh, Senin (27/5).

“Jangan lihat lagi Jokowi kalah di Aceh, coba ingat statement Pak Sekjen PDIP yang mengatakan akan merangkul parlok dalam membangun Aceh ke depan. Pak Menhan dan Menkopolkam kan ngomong sesuai protap saja, normatif. Jangan terlalu sensitif,” ujarnya.

Ketua Majelis Tinggi Partai (MTP) Partai Nanggroe Aceh (PNA) ini menyampaikan bahwa banyak persoalan yang masih harus dipikirkan oleh Pemerintah Pusat saat ini. “Lihat saja orang sedang sibuk siapkan Idul Fitri, sibuk memikirkan siapa orang Aceh yang layak jadi menteri, bukan sibuk mau nangkap orang Aceh,” tegas Irwansyah.

Menurut Irwansyah, pemerintah pusat saat ini sedang fokus mengimplementasikan program Nawacita, dan Aceh termasuk di dalamnya. Isu referendum, kata Irwansyah, hanya riak dalam berdemokrasi dan nanti juga bisa didiskusikan dengan elegan soal perbaikan implementasi MoU Helsinki.

“Saya positif akan hal tersebut. Jadi mari kita bangun suasana kondusif dan menjelang Idul Fitri, kita masyarakat Aceh sudahi silang pendapat, mari melihat ke depan, agar Aceh dan Jakarta bisa fokus merencanakan masa depan Aceh,” harapnya.

Janji Jokowi untuk memperjuangkan perpanjangan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh, dikatakan Irwansyah lebih penting dibicarakan karena menyangkut kesejahteraan Aceh. “Saya yakin Pak Jokowi dan kabinet pemerintahan yang akan bekerja nanti, akan fokus untuk mewujudkan Aceh yang sejahtera,” tutupnya.

Terpisah, Jaringan Aneuk Syuhada Aceh (JASA) memita kepada Menko Polhukam, Wiranto, untuk menghargai wancana referendum. Menurut Zulfikar, juru bicara JASA, sangat wajar Muzakir Manaf menyuarakan referendum mengingat hingga 14 tahun usia perdamaian, pusat belum merealisasikan seluruh janji-janji yang tertuang dalam MoU Helsinki.

“Wajar Mualem menyampaikan statement seperti itu, maka Pak Wiranto jangan bikin suasana semakin gaduh. Perlu pak Wiranto ketahui, jika sampai Mualem diproses hukum, ini bisa menimbulkan amarah yang sangat luar biasa dari akar bawah, mengingat Mualem merupakan salah satu tokoh besar di Aceh. Pak Wiranto harus memahami ini,” pinta Zulfikar.

“Sudah cukup kami yang menjadi korban atas kebijakan Pemerintah Pusat di masa lalu, jangan sampai itu terulang lagi. Luka luka yang sudah kami simpan, jangan diungkit lagi. Lebih baik Pemerintah mengungkap pelaku pelanggaran HAM di Aceh, karena itu yang bisa mendamaikan hati kami,” tambah Zulfikar.

Zulfikar menegaskan, ia dan para anak pejuang Aceh lainnya yang gugur di medan perang, mengaku akan mendukung Mualem untuk menuntut janji-janji yang diamanahkan sesuai dengan perjanjian MoU Helsinki. “Ayah kami telah memberikan nyawanya sehingga lahir perjanjian antara RI-GAM, karena itu kami tidak bisa berdiam diri jika perjanjian itu tidak terelasasi,” ujar Zulfikar.(mas/yos)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved