Puluhan Sopir Bus Dites Urine

Puluhan sopir bus dan angkutan umum lainnya, Jumat (31/5) malam menjalani tes urine dadakan

Puluhan Sopir Bus Dites Urine
ANTARA /RAHMAD
PETUGAS gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polisi satuan narkoba memeriksa urine para sopir bus AKAP di terminal tipe A Lhokseumawe, Sabtu (1/6) dini hari. Pemeriksaan urine mendadak sopir dan kernet AKAP itu bertujuan mengantisipasi pemakaian narkoba dan alkohol guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pemudik. 

LHOKSUKON – Puluhan sopir bus dan angkutan umum lainnya, Jumat (31/5) malam menjalani tes urine dadakan yang diadakan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe berkerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), polisi dan TNI di Terminal Tipe A Lhokseumawe. Namun, karena diduga informasi adanya tes urine tersebut cepat bocor, sehingga mulai Sabtu (1/6) pukul 01.00 WIB dini hari mulai sepi.

“Ada 40 sopir yang kita tes urinenya semalam dari mulai pukul 22.30 WIB sampai pukul 01.00 WIB. Kegiatan ini diadakan dalam rangka Operasi Ketupat Rencong 2019 dengan melibatkan tim gabungan Polri, TNI, dan Dishub,” ujar Kepala BNN Kota Lhokseumawe, AKBP Fakhrurrozi kepada Serambi, Sabtu (1/6).

Mereka yang dites urine adalah sopir pertama dan kedua. Awalnya proses tes urine berjalan dengan lancar, tapi mulai pukul 01.30 WIB kondisi terminal sudah sepi. Karena, banyak jenis bus yang biasa masuk ke terminal Lhokseumawe, memilih untuk melintasi jalan elak Krueng Mane, Muara Dua.

“Tujuan diadakan tes urine ini adalah untuk memastikan sopir bus tidak ada yang menggunakan narkoba. Hal ini kita lakukan demi menjaga keselamatan penumpang. Sehingga perjalanan mudik lebaran ini diharapkan selamat sampai tujuan bagi para pemudik atau penumpang. Karena itu, sopir harus bebas dari narkoba,” tegasnya.

AKBP Fakhrurrozi menuturkan, tentu sangat membahayakan nyawa para penumpang apabila pengemudi di bawah pengaruh narkoba. Hasil tes urine sementara ini belum ada sopir yang positif terdeteksi mengonsumsi narkoba. “Diharapkan tidak ada yang positif menggunakan narkoba. Kalau ada yang positif dipastikan tidak akan mendapat izin untuk mengemudi bus,” pungkasnya.

Personel Polres Lhokseumawe dan Aceh Utara terus mengintensifkan patroli termasuk ke kawasan terminal untuk mengantisipasi tindak kejahatan. Hal ini dilakukan guna memberi rasa aman dan nyaman bagi pemudik selama arus mudik lebaran 2019. Patroli juga dilakukan ke lokasi keramaian yang rawan terjadi kriminal.

“Kita sudah mulai meningkatkan patroli pada malam hari di sejumlah lokasi yang rawan terjadinya kriminalitas. Kegiatan ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam bulan suci ramadhan, sampai hari Raya Idul Fitri nantinya,” ungkap Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin melalui Kabag Ops, AKP Iswahyudi kepada Serambi kemarin.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved