Berlebaran dengan Buah dan Sayur yang Bermutu dan Aman

TIDAK terasa hampir sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa. mari kita doakan semoga puasa yang kita jalankan

Berlebaran dengan Buah dan Sayur yang Bermutu dan Aman
IST
Dr. Ir. Ilyas, MP Kadis Pangan Aceh

TIDAK terasa hampir sebulan penuh kita melaksanakan ibadah puasa. mari kita doakan semoga puasa yang kita jalankan tahun ini adalah yang terbaik dan diberi kesempatan bertemu kembali Ramadan tahun depan.

Dalam waktu dekat kita akan merayakan hari kemenangan idul fitri. Momen lebaran juga dijadikan sebagi ajang silahturahmi dengan keluarga, kerabat dan relasi. Berbagai jenis hidangan tersaji mulai dari makanan bersantan sampai kue lebaran yang manis- manis. Makan dalam hal ini juga dimaknai sebagai salah satu bentuk memuliakan tamu, tentu sangat tidak enak jika anda menolak saat tuan rumah menawarkan dan telah menyiapkan menu spesial untuk anda. Potensi dan bahan baku pangan segar asal tumbuhan yang dimiliki Aceh cukup besar seperti padi/ beras, jagung, kedelai, ikan, daging, sayuran dan buah- buahan sehingga banyak alternatif menu yang bisa diolah/ disajikan.

Meski demikian, kita tetap wajib memperhatikan penyiapan, pola konsumsi dan keamanannya agar terhindar dari segala macam penyakit alias tetap fit untuk bersilaturrahmi maupun setelah lebaran. Perlu diketahui bahwa menurut para ahli, lebih dari 50 % penyakit bahkan kematian terkait dengan pola konsumsi pangan. Untuk hidup sehat, aktif dan produktif tubuh kita membutuhkan berbagai asupan gizi namun tidak ada satupun jenis pangan yang mengandung semua zat/ gizi yang dibutuhkan oleh tubuh secara lengkap sehingga perlu mengkonsumsi pangan yang beragam.

Oleh sebab itu Hari Raya adalah momen yang paling tepat kita jadikan sebagai “wadah” untuk menjaga pola konsumsi yang bermutu dan aman yang direkomendasikan Pola konsumsi yang direkomendasikan tersebut biasa disingkat B2SA yaitu Beragam, bergizi seimbang dan aman (dulu 4 sehat 5 sempurna) dengan komposisi karbohidrat sekitar 55 sampai 65 persen dari asupan kalori total, asupan lemak sekitar kurang dari 30 persen dari asupan kalori total dan asupan protein sekitar 10 sampai 20 persen dari asupan kalori total.

Sedangkan pangan segar yang aman adalah pangan yang bebas dari cemaran biologis, kimia, dan Fisik/benda lain yang dapat mengganggu, merugikan, dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi. Kepala Dinas Pangan Aceh, Ilyas menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh melalui instansi yang dipimpinnya berkewajiban menjamin mutu dan keamanan pangan melalui sistem pengawasan yang didukung oleh Laboratorium keamanan pangan.

“Berdasarkan pengawasan yang kami lakukan, pangan segar asal tumbuhan seperti beras, buah dan sayuran yang beredar di Aceh masih dalam ambang batas yang aman untuk dikonsumsi. Namun pelaku usaha dan masyarakat harus tetap memperhatikannya untuk pencegahan. Ilyas menambahkan, pengawasan dilakukan bukan hanya pada waktu tertentu saja tetapi secara berkesinambungan baik di Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dengan menerapkan 2 (dua) pola pengawasan, yaitu 1) pengawasan pre market (sebelum beredar di pasaran berupa sertifikasi dan registrasi pangan segar pada kegiatan budidaya dan penanganan pasca panen) 2. Pengawasan post market (pengawasan pangan segar di peredaran).

Tips Mengonsumsi Pangan Saat Lebaran:
Jangan “Lapar Mata”
Walaupun banyak menu disajikan, sebaiknya jangan “lapar mata” untuk menikmati semuanya. Pilih beberapa makanan favorit anda. Anda bisa menikmati makanan dengan porsi yang kecil-kecil atau sedikit. Jangan makan satu jenis makanan dalam jumlah yang banyak. Pasalnya, nanti anda pasti akan bertemu dengan beberapa jenis makanan lain yang juga ingin anda nikmati.

Selain itu, tubuh anda baru saja menjalani puasa selama 30 hari, kemungkinan tubuh anda mulai terbiasa dengan pola makan yang sedikit. Dikhawatirkan jika anda makan berlebihan dan tidak memikirkan porsi makan, lambung akan kaget bahkan yang paling buruk anda bisa terkena maag saat sedang bersilahturahmi di hari raya. Puasa sunat enam hari di bulan syawal juga sangat dianjurkan untuk merecovery kondisi ini.

Batasi Jenis Makanan Tertentu
Tentu jenis makanan bersantan dan makanan manis akan banyak tersaji di piring saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Batasi jenis makanan tertentu, misalnya makanan yang bersantan. Makanan yang bersantan mengandung lemak jenuh atau lemak tinggi yang bisa membuat anda berisiko mengidap kolesterol. Batasi juga makanan manis, sebab penyakit diabetes, berat badan berlebih, dan kerusakan gigi bisa mengintai anda jika berlebihan mengonsumsi makanan manis.

Berhenti Makan saat Sudah Merasa Kenyang
Salah satu alasan berat badan cepat naik saat hari lebaran karena kita cukup sering mengabaikan rasa kenyang yang dirasakan. Biasanya, saat kita sudah dalam keadaan terlalu kenyang kita baru berhenti makan. Nah, anda bisa mengalihkan rasa “lapar palsu” ini dengan mengalihkan perhatian, misalnya ngobrol dengan sanak saudara atau minum banyak air putih agar tidak terus merasa lapar dan tubuh juga akan sehat karena kebutuhan air tercukupi.

Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur
Jika tersaji berbagai macam makanan, perbanyaklah sayur dan buah agar anda merasa kenyang dan kebutuhan serat tercukupi. Banyak manfaat sayur dan buah, seperti mengurangi ririko serangan jantung, tekanan darang tinggi, melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan fungsi penglihatan dan memori, kekebalan tubuh, menguatkan tulang dan gigi sumber energi, mencegah obesitas dan lain-lain

Prinsip B2SA (Tetap Sesuaikan jadwal dan Porsi)
Makan tetap teratur sesuai jadwalnya dan tidak mengambil porsi yang terlalu besar setiap kali makan. Jadwalnya makan pagi sesudah shalat, selingan pagi, makan siang, selingan sore dan makan malam. Semuanya dengan porsi seperti hari-hari biasa. Dan jangan setiap kali makan hanya mengambil makanan yang disukai saja atau yang enak rasanya.

Perlakuan Khusus Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT).
Berbeda dengan makanan siap jadi seperti kue lebaran, pangan segar seperti buah dan sayur dapat dikonsumsi langsung tanpa pengolahan. Namun anda harus memperlakukannya secara khusus sebab pangan yang terlihat segar belum tentu aman untuk dikonsumsi. Lakukan beberapa hal ini sebelum dimakan: cuci bersih sebelum dimasak/ dikonsumsi (Sayuran dan Buah-buahan), Masak sampai matang dengan sempurna, Simpan di lemari pendingin, Pisahkan bahan pangan mentah dengan makanan matang untuk mencegah kontaminasi silang, Pisahkan buah/ sayur dari yang rusak/ busuk agar tidak terjadi kontaminasi silang, dan budayakan konsumsi pangan yang segar dan aman Diolah dari berbagai sumber

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved