Diambil Alih KIP Aceh, Pleno Perolehan Suara DPRK Aceh Besar Akhirnya Tuntas

KIP Aceh akhirnya menuntaskan pleno rekapitulasi dan penghitungan suara untuk calon anggota DPRK Aceh Besar.

Diambil Alih KIP Aceh, Pleno Perolehan Suara DPRK Aceh Besar Akhirnya Tuntas
For Serambinews.com
Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh   

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh akhirnya menuntaskan pleno rekapitulasi dan penghitungan suara untuk calon anggota DPRK Aceh Besar, Minggu (2/6/2019).

Seperti diketahui, sebelumnya KIP Aceh Besar gagal menetapkan hasil perolehan suara untuk level DPRK Aceh Besar, lantaran pleno yang digelar hingga beberapa kali selalu berakhir ricuh akibat banyaknya protes dari para saksi sejumlah partai. 

"Alhamdulillah pleno pengambilaihan rekapitulasi perolehan suara untuk DPRK Aceh Besar sudah tuntas. Pleno kami gelar selama 5 hari sejak 29 Mei hingga 2 Juni," kata Komisioner KIP Aceh, Munawarsyah kepada Serambinews.com.

Seperti diketahui, sejak seminggu lalu, KIP Aceh Besar terpaksa diambil alih oleh KIP Aceh sesuai instruksi Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Hal ini lantaran KIP Aceh Besar dianggap tidak mampu merampungkan pleno hasil perolahan suara DPRK Aceh Besar, disebabkan protes saksi partai politik.

Munawar menjelaskan, selama lima hari pleno, KIP Aceh juga menjalankan putusan Panwaslih Aceh Besar terkait permintaan partai politk untuk membuka kotak suara, dan dilakukan penghitungan ulang di sejumlah kecamatan.

Menurut Munawarsyah, putusan Panwaslih Aceh Besar itu dijalankan KIP Aceh selama tiga hari. 

Menurutnya, KIP Aceh membuka kotak suara dan melakukan penghitungan C1 plano di 96 tempat pemungutan suara (TPS) di sembilan kecamatan.

Untuk itu, KIP Aceh juga membagi dua kelompok dalam menjalankan putusan tersebut. 

"Adapun sembilan kecamatan yang kami buka kotak suaranya adalah Darul Kamal, Indrapuri, Kuta Malaka, Ingin Jaya, Sukamakmur, Blangbintang, Kuta Cot Glie, Seulimuem, dan Jantho," kata Munawarsyah.

Sedangakan 11 kecamatan lainnya, tetap direkap sebagaimana mekanisme yang diatur dalam ketentuan PKPU Nomor 4 Tahun 2019. 

"Untuk diketahui, KIP Aceh Besar sebelum pengambilalihan oleh KIP Aceh hanya menyelesaikan rekap untuk tiga kecamatan saja, yakni Lembah Seulawah, Kuta Baro, dan Lhoong," katanya.(*)

Baca: Abrar Zym Khatib Shalat Id di Masjid Agung Al-Munawwarah Kota Jantho

Baca: Keluhkan Anaknya Ditangkap dan Diduga Disiksa Pascakerusuhan 22 Mei, Orangtua Lapor Kontas dan LBH

Baca: Ujian Pertama Ani Yudhoyono dan SBY Setelah Menikah, Ibu Ani Khawatir Suami Gugur di Timor Timur

Penulis: Subur Dani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved