Melawan Petugas Saat Ditangkap, Tiga Pembobol ATM Didor

Polisi menangkap tiga tersangka pembobol ATM asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (2/6/2019).

Melawan Petugas Saat Ditangkap, Tiga Pembobol ATM Didor
Dok: Polres Bireuen
Tiga tersangka pembobol ATM asal Medan Sumatera Utara, diamankan Satreskrim Polres Bireuen, di Mapolres setempat, Minggu (2/6/2019). 

Laporan Ferizal Hasan | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Polisi menangkap tiga tersangka pembobol ATM asal Medan, Sumatera Utara, Minggu (2/6/2019).

Ketiga tersangka masing-masing Machady (38), Samsul Bahri (42) dan Mahrujar Afandi (44). Ketiganya merupakan warga Medan Sumatera Utara. 

Mereka terpaksa ditembak di kaki, karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

Informasi yang dihimpun Serambinews.com, mereka ditangkap tim gabungan Satreskrim Polres Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Tengah, Minggu (2/6) sekira pukul 15.00 WIB, di Jalan Lintas Nasional Medan-Banda Aceh, kawasan Matang Kumbang, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara. 

Kapolres Bireuen, AKBP Gugun Hardi Gunawan SIK, melalui Kasat Reskrim, Iptu Rendi Oktama SH, kepada Serambinews.com mengatakan, upaya penangkapan tersangka pencurian (Pembobolan ATM),  oleh tim gabungan Polres Bireuen, Polres Aceh utara dan Polres Aceh Tengah, berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LPB / 91/ V / RES.1.8./ 2019 / RES BIREUEN, tanggal 29 Mei 2019.

"Pelapor Julianti (30), IRT warga Desa Keude Alue Rheng  Kecamatan Peudada, Bireuen. Kejadian di ATM Center Kampus STIE Kebangsaan Bireuen, Jalan Medan - Banda Aceh, Desa Blang Blahdeh, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, pada 26 Mei 2019," sebut Kasat Reskrim. 

Diterangkannya, bahwa pada saat saksi selaku orang tua pelapor atau korban, melakukan transfer uang kepada pelapor melalui ATM BRI yang berada di Kampus STIE Kebangsaan Bireuen,  di Jalan Medan - Banda Aceh kawasan Desa Blang Bladeh Kecamatan Jeumpa, yang mana kartu ATM BRI tersebut tersangkut didalam  mesin ATM.

"Pada saat itu saksi selaku orang tua pelapor sempat menunggu di ATM BRI tersebut selama 30 Menit. Dan pada waktu yang sama, pelapor mendapatkan notifikasi SMS Banking bahwa ada penarikan uang, dan setelah itu pelapor langsung menghubungi saksi (Kamariah) selaku orang tua pelapor "apakah ada menarik uang", lalu saksi (Kamariah) menjawab "tidak ada menarik uang dikarenakan ATM masih tersangkut di dalam mesin ATM BRI," sebut Eko Rendi Oktama SH.

Selanjutnya pada Senin 27 Mei 2019, pelapor mendatangi pihak Bank BRI Cabang Bireuen, dan korban langsung menjumpai karyawan BRI tersebut.

Pihak karyawan BRI mengatakan bahwa uang saldo  pelapor  telah habis diambil.

"Akibat dari kejadian tersebut, pelapor mengalami kerugian sebanyak Rp. 11.500.000 (sebelas juta lima ratus ribu rupiah) dan korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bireuen," pungkas Eko.

Dari pengembangan kasus tersebut oleh Satreskrim Polres Bireuen, kemudian berujung pada penangkapan ketiga pelaku yang menguras uang pelapor.

Penangkapan dilakukan Minggu (2/6/2019) siang, setelah tim Ospnal gabungan Polres Bireuen, Polres Aceh Utara dan Polres Aceh Tengah, mendapatkan informasi para pelaku pembobol ATM berada di Aceh Utara.

"Saat dilakukan penangkapan, ketiga tersangka mencoba melawan petugas, dan terpaksa ditindakan tegas. Kemudian dua orang tersangka dibawa ke Polres Bireuen dan seorang tersangka dibawa ke Polres Aceh Tengah untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," pungkas Eko Rendi Oktama SH.(*)

Baca: 106 Bintara TNI AD Terima Baret, Ini Pesan Danpussenif

Baca: Prediksi Karier Valentino Rossi di MotoGP Menurut Sang Ayah Graziano Rossi

Baca: Dunia Barusa Buka Layanan Siaga Selama Lebaran, Hubungi Nomor Ini jika Mobil Anda Mogok

Penulis: Ferizal Hasan
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved