Pemudik, Waspadailah Potensi Bencana

Lebaran sebentar lagi. Hanya 2 x 24 jam lagi kita akan memasuki 1 Syawal 1404 Hijriah

Pemudik, Waspadailah Potensi Bencana
Serambinews.com
Jalan Nasional Aceh-medan Sumatera Utara via Subulussalam sudah normal kembali setelah sempat tertutup pohon kayu akibat longsor 

Lebaran sebentar lagi. Hanya 2 x 24 jam lagi kita akan memasuki 1 Syawal 1404 Hijriah. Sejak Sabtu lalu hingga Selasa besok, jumlah pemudik Lebaran di Aceh bakal mencapai puncaknya. Demikian pula di tempat lain, mengingat Rabu lusa, 5 Juni 2019, umat Islam akan merayakan Idulfitri.

Seiring dengan bejibunnya warga yang mudik, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek SH mengimbau seluruh warga Aceh yang hendak mudik agar selalu mewaspadai dan memantau potensi bencana yang ada di sekelilingnya. Terutama peluang terjadinya kebakaran rumah dan potensi tanah longsor.

Sebagaimana diberitakan Harian Serambi Indonesia kemarin, Kepala Pelaksana BPBA itu mengingatkan bahwa tahun lalu kebakaran permukiman mendominasi bencana di Aceh, yakni 105 kali. Kerugian yang diakibatkan oleh bencana ini mencapai Rp 51,7 miliar.

Nah, apa yang disampaikan Kepala Pelaksana BPBA ini sangat penting kita camkan karena dari tahun ke tahun dalam lima tahun terakhir bencana yang paling sering terjadi di Aceh adalah kebakaran di kawasan permukiman warga. Apakah itu kebakaran rumah, ruko, toko, dan bangunan lainnya yang dihuni. Bisa saja hal itu terjadi disebabkan kelalaian akibat api kompor, lampu teplok, tabung gas yang bocor, maupun karena hubungan arus pendek (korsleting) listrik.

Oleh karenanya, sebelum mudik hari ini atau besok, harap dipastikan kondisi rumah benar-benar dalam keadaan aman, bukan saja kunci pintu atau gemboknya, tetapi yang juga penting adalah aman dari kemungkinan bahaya kebakaran akibat api kompor maupun akibat korsleting listrik. Yang namanya stop kontak listrik (socket) maupun konektor di rumah yang akan ditinggal kosong harus benar-benar kita bebaskan dari koneksi ke barang elektronik selama kita mudik. Konkretnya, kipas angin, setrika listrik, hair dryer, charger handphone, power bank, kompor listrik, microwave, bahkan kulkas harus dicabut cok atau colokannya dari stop kontak atau socket. Langkah ini dilakukan semata-mata supaya tidak ada arus listrik yang mengalir ke barang-barang elektronik saat penghuninya tak ada di rumah dalam waktu sekitar satu pekan.

Selain itu, penting pula kita camkan apa yang disampaikan Kalak BPBA tentang wilayah yang berpotensi longsor karena kondisi tanahnya bergerak dan labil. Adalah penting mengambil langkah-langkah kesiapsiagaan dan tetap waspada terhadap retakan tanah yang berpotensi menimpa permukiman atau lintasan warga, terutama saat mudik Lebaran.

Sebagaimana diketahui, Badan Geologi telah mengeluarkan peringatan dini tentang potensi tanah bergerak (longsor) di Aceh pada bulan Juni ini. Dari 23 kabupaten/kota di Aceh, hanya Banda Aceh yang terbebas dari ancaman longsor. Artinya, siapa pun yang bergerak meninggalkan Banda Aceh naik mobil atau sepeda motor, melintasi wilayah barat, tengah, ata pun utara tetap berpeluang terjebak longsor. Apalagi mulai Juni ini curah hujan diprediksi tinggi dan itu makin membuat tanah labil dna potensi longsor semakin besar.

Oleh karenanya, bagi pengguna jalan terutama arah wilayah tengah, barat, dan utara perlu selalu waspada dan senantiasa memantau informasi melalui media massa dan media sosial. Sebaliknya, jika kebetulan Anda yang terjebak longsor di satu titik, Andalah yang harus aktif melaporkan kondisi yang Anda alamai ke pihak BPBA yang telah menyiagakan Pusdalops selama 24 jam untuk memantau perkembangan selama masa mudik dan saat arus balik Lebaran nantinya. Silakan hubungi nomor ini 081360669111 untuk melaporkan kejadian atau bencana alam yang berada di depan mata Anda. Jadilah pelapor (citizen reporter) bagi warga lainnya agar mereka bisa memilih jalur alternatif dan tidak sampai terjebak longsor seperti yang Anda alami.

Selain itu, informasi riil dari lapangan yang Anda sampaikan dengan jujur dan ikhlas akan sangat berguna bagi pihak pengelola jalan kabupaten, provinsi, maupun nasional untuk cepat bergerak ke lokasi bencana. Kita juga mengimbau agar pejabat berwenang selalu menyiagakan alat berat selama musim mudik ini guna mengantisipasi longsor di titik-titik yang terdeteksi rawan.

Kemudian, jadilah pemudik yang cerdas yang selalu berupaya menghindar agar tidak terlalu sering atau lama-lama berada di lokasi yang kerentanan gerakan tanahnya tergolong tinggi. Selain itu, hindarilah melakukan aktivitas yang dapat memicu gerakan tanah, terutama pada lokasi yang potensi gerakan tanahnya tergolong kategori tinggi.

Akhirnya, selamat mudik dan semoga semua kita terhindar dari bencana alam di jalan dan terutama selamat dari kecelakaan lalu lintas. Rumah yang ditinggal pastikan aman, perjalanan menuju rumah yang dituju di kampung pun juga aman. Semoga.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved