Pengalihan Tahanan Calo PNS Diprotes

Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyatakan keberatan atas kebijakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri

Pengalihan Tahanan Calo PNS Diprotes
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tim Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Pijay) resmi menahan tersangka penipuan dan penggelapan Calo CPNS, Maimun Musa (38) alias Maimun Raja Pante (dua kiri), siang di Kantor Kejari Pijay. 

MEUREUDU - Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) menyatakan keberatan atas kebijakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya (Pijay) yang mengabulkan pengalihan tahanan calo Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Maimun Musa alias Maimum Raja Pante dari Rumah Tahanan (Rutan) menjadi tahanan kota atau tahanan luar.

“Ini sangat tidak mempertimbangkan rasa keadilan bagi korban,” sebut Ketua YARA, Safaruddin SH yang juga kuasa hukum korban Anita Selfitri (26) kepada Serambi, Minggu (2/6).

Menurut Safaruddin, sebagaimana maksud dalam pasal 21 ayat (1) KUHAP, perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup. Oleh karena itu, dalam hal ini adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka atau terdakwa akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan atau mengulangi tindak pidana.

Bahkan, atas kebijakan ini juga dapat mengancam keselatan jiwa korban. Hal ini, kata Safaruddin, terdakwa menjalani penahanan hingga persidangan atas pengaduan hukum oleh pihak korban.

Atas tindakan pengabulan pengalihan ini, pihak YARA dalam waktu dekat akan segera menyurati PN Pijay untuk menyatakan keberatan dengan keberadaan Maimun di luar tahanan.

“Ini disebabkan korban merasa was-was dan tidak nyaman, merasa khawatir atas keselamatan pribadinya karena antara korban dan terdakwa (Maimun) masih tinggal dalam satu kawasan yang mudah dijangkau,” jelasnya.

Sejatinya, kata Safaruddin, hakim mesti memperhatikan rasa keadilan bagi korban, kemudian tentang alasan tidak akan melarikan diri, menghilangkan alat bukti dan tidak akan mengulangi tindak pidananya. Alasan ini tidak sejalan dengan tindakan Maimun dalam dugaan kasus yang sedang disidangkan. Kata Safaruddin, korban lebih dari satu orang dan bisa jadi modus ini akan dijalankan lagi dengan mencari korban lainnya, karena terdakwa dapat melakukan aktivitas dengan leluasa di luar tahanan.

“Saya berharap PN Pijay membatalkan pengalihan tahanan terhadap tersangka dengan mempertimbangkan rasa kekhawatiran atas keselamatan korban,” katanya.

Seperti diketahui, terdakwa calon CPNS Aceh asal Pidie Jaya, Maimum Musa alias Maimum Raja Pante, telah dijadikan tahanan kota. Hal ini seiring dengan adanya permohonan pengalihan tahanan oleh korban kepada Pengadilan Negeri (PN) Pijay karena mengalami sakit serius, yakni penyakit maag akut.

Selain akan menyurati PN Pijay, YARA juga akan menyampaikan persoalan ini kepada Pengadilan Tinggi (PT) Aceh dan Badan Pengawas Mahkamah Agung (BPMA) Republik Indonesia. BPMA adalah salah satu unit eselon I pada Mahkamah Agung Republik Indonesia yang bertugas membantu Sekretaris Mahkamah Agung dalam melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Mahkamah Agung dan pengadilan di semua lingkungan peradilan.

“Salah satu misi BPMA adalah terwujudnya aparatur yang profesional, bersih, netral, bertanggung jawab dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” kata Safaruddin.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved