200 Personel Gabungan Disiagakan

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK mengatakan, untuk merespons

200 Personel Gabungan Disiagakan
SERAMBI/ M NAZAR
Wakapolres Pidie, Kompol Iskandar SE Ak, membantu seorang napi narkoba yang dievakuasi dari Rutan Kelas II Sigli, Pidie, Senin (3/6), terkena peluru gas air mata saat polisi menghentikan napi yang mengamuk membakar rutan tersebut. 

SIGLI - Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK mengatakan, untuk merespons kondisi Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Sigli yang diduga dibakar napi, akhirnya disiagakan 200 personel gabungan yang terdiri atas polisi/Brimob dan TNI.

“Pengamanan ini dilakukan mengingat ring utama pagar depan kantor seluruhnya ludes terbakar sehingga membutuhkan pengamanan ketat agar napi tidak kabur pascainsiden pembakaran,” ujarnya menjawab Serambi kemarin.

Ia tambahkan, penempatan personel gabungan ini untuk mengawasi seluruh napi di rutan tersebut. Terutama untuk memberikan rasa nyaman terhadap napi yang tidak ikut-ikutan dalam aksi pembakaran itu.

Ditanya sampai kapan 200 personel gabungan itu tetap berjaga-jaga di rutan tersebut, Kapolres mengatakan sampai gedung utama yang dibakar itu selesai dibangun kembali. “Pasukan gabungan ini akan terus mengamankan rutan sampai pihak rutan menyatakan telah selesai membangun bagian-bagian rutan yang dibakar,” pungkasnya.

Amatan Serambi, selain kantor, pagar dan kawat berduri pun habis terbakar dalam insiden kemarin. Kapolres menyebut bagian-bagian yang terbakar itu sebagai basis utama pengamanan rutan. Oleh karenanya, harus dijaga ketat sampai semuanya direhab atau bangun kembali. (naz/c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved