Citizen Reporter

Imam Fasih, Jamaah Khusyuk

FASIH dan merdunya suara Imam Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah, saat mengimami

Imam Fasih, Jamaah Khusyuk
IST
DR Hj NURJANNAH ISMAIL MAg, Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Mekkah

OLEH DR Hj NURJANNAH ISMAIL MAg, Dosen Ilmu Alquran dan Tafsir Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Banda Aceh, melaporkan dari Mekkah

FASIH dan merdunya suara Imam Masjidil Haram, Mekkah dan Masjid Nabawi, Madinah, saat mengimami shalat berjamaah, terutama shalat Tarawih menarik perhatian setiap umat muslim.

Hal ini pula yang menjadi salah satu penyemangat jamaah umrah Ramadhan, termasuk kami dari Aceh yang saat ini sedang beribadah di Masjidil Haram.

Selain itu, tentu banyak keistimewaan lainnya berumrah saat bulan suci. Salah satunya adalah mendapat pahala seperti menunaikan ibadah haji bersama Rasulullah Muhammad saw.

Di sisi lain, banyak yang bertanya, termasuk sesama jamaah umrah dari Aceh, apa jamaah shalat bisa khusyuk ketika imam membacakan ayat terlalu panjang atau jamaah malah mengkhayal karena tak tahu terjemahannya?

Jawabannya, yakinlah jamaah shalat tetap bisa khusyuk dan tidak mengkhayal ketika melakukan sebagaimana dilakukan sebagian besar jamaah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi itu, yakni memegang Alquran (mushaf) atau smartphone dalam shalat untuk menyimak bacaan imam.

Ya, seperti diketahui, target bacaan ayat Alquran oleh imam di kedua masjid ini dalam sebulan Tarawih adalah 30 juz (khatam). Jika puasanya 30 hari seperti tahun ini, maka satu malam satu juz untuk 20 rakaat Tarawih, sehingga sudah ada kepastian bagi jamaah untuk menyimak di juz berapa sejak dimulainya shalat Tarawih setiap malam.

Kondisi ini tentu sangat jarang dijumpai di Aceh, bahkan di Indonesia umumnya, karena belum ada perencanaan mengkhatamkan hafalan Alquran dalam shalat Tarawih sebulan. Imam bebas membaca ayat apa saja sesuai kemampuannya, sehingga jika ingin disimak pakai Quran atau smartphone tentu sangat repot karena juz bacaannya tak berurut.

Mungkin karena hal ini masih agak asing pula, sehingga timbul pertanyaan lagi, apakah bisa atau sah shalat sambil memegang Alquran atau smartphone, meski tujuannya untuk menyimak ayat?

Hukumnya sunah
Menurut saya, sah bahkan lebih bagus dibanding tidak menyimak pakai Alquran atau smartphone.

Halaman
12
Editor: bakri
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved