Salam

Kembali Fitrah, Kembali Suci

Alhamdulillah, tanpa terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan 1440 Hijriyah

Kembali Fitrah, Kembali Suci
SERAMBI/M ANSHAR
Umat Islam melaksanakan Shalat Ied Idul Fitri 1434 Hijriah 

Alhamdulillah, tanpa terasa kita sudah berada di penghujung bulan Ramadhan 1440 Hijriyah. Hari ini, tepat sebulan penuh kita menjalani ritual Ramadhan. Semoga kita termasuk salah satu insan yang mengisi bulan mulia dengan berbagai amal shaleh seperti puasa, shalat, zikir, tilawah, qiyamullail, i’tikaf, infak, sedekah, dan kegiatan ibadah lainnya.

Kita harus bersedih, sebab bulan sejuta hikmah ini akan segera beranjak. Alhamdullillah, jika kita masih diberi kesempatan oleh Allah Swt untuk bersua kembali di tahun berikutnya. Jika tidak, maka ini adalah Ramadhan terakhir kita.

Sungguh beruntung siapapun yang memanfaatkan bulan suci ini sebagai media ‘berinteraksi’ dengan Allah Swt. Sebaliknya, amat merugi orang-orang yang lalai dan menyia-nyiakannya. Oleh sebab itu, di detik-detik terakhir kepergiannya, mari kita sempurnakan amal ibadah kita.

Ramadhan yang penuh rahmah, maghfirah dan itqum minan nar adalah syahrut tarbiyah (bulan pendidikan). Ramadhan memperkokoh iman, mengajarkan kita untuk mengubah pola pikir dan kepribadian yang lebih baik. Ramadhan juga telah mengajari kita disiplin, sabar, tawakkal, tolong menolong, dan banyak hal lainnya. Semoga ini akan terus kita teladani pada hari-hari selanjutnya.

Di akhir Ramadhan, Allah juga memberi kesempatan bagi hambanya untuk membersihkan jiwa melalui zakat fitrah. Sebagai salah satu ibadah yang wajib ditunaikan, tentu zakat fitrah memiliki kedudukan istimewa. Beras yang kita salurkan melalui amil semoga mensucikan diri kita menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Setelah semuanya kita tunaikan, maka tiba saatnya kita merayakan kemenangan, yakni Hari Raya Idul Fitri, momentum bagi segenap umat muslim untuk saling memaafkan. Bagi yang telah rela menahan lapar dan dahaga, beribadah siang dan malam di bulan Ramadhan, maka besok adalah hari kemenangan yang harus dirayakan.

Di hari nan fitri ini, kita benar-benar kembali fitrah, kita kembali suci seperti bayi yang baru lahir. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni”.

Ya, tidak terlalu berlebihan rasanya, bagi kita yang telah menjalankan perintah Allah selama Ramadhan, kita tentu mengharapkan keampunan dari Allah Swt. Mementum Hari Raya Idul Fitri juga kita manfaatkan untuk merajut tali silaturahmi. Kita dianjurkan untuk membuang sifat dengki, dendam, iri hati, dan sombong. Setelah takbir terakhir menggema di mimbar khatib besok pagi, mari kita berjabat tangan, saling memaafkan dalam cinta dan kasih sayang. Tentu, di hari nan fitri ini, senantiasa kita tidak menggoresnya kembali dengan dosa-dosa baru.

Dalam pandangan lain, Hari Raya Idul Fitri dimaknakan sebagai puncak dari pelaksanaan ibadah puasa. Idul Fitri memiliki makna yang berkaitan erat dengan tujuan yang akan dicapai dari kewajiban berpuasa itu sendiri yaitu manusia yang bertaqwa. Kata Id berdasar dari akar kata aada – yauudu yang artinya kembali sedangkan fitri bisa berarti buka puasa untuk makan dan bisa berarti suci. Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar. Makanya, menurut riwayat, di hari yang fitri itu Nabi Muhammad Saw selalu mencicipi buah kurma dalam jumlah ganjil sebelum pergi shalat hari raya Idul Fitri.

Kini di tengah rasa suka cita menyambut hari kemenagan, sesungguhnya kita juga bercampur sedih, karena harus meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah, maghfirah ,dan rahmat Allah Swt. Bulan Ramadhan memang harus berlalu, tapi satu hal yang tidak boleh meninggalkan kita dan harus tetap bersama kita yaitu spirit dan prilaku tuntutan Ramadhan, yakni ibadah serta kesalehan sosial. Inilah yang harus mengisi sebelas bulan ke depan dalam perjalanan hidup kita.

Semoga kita masih bertemu Ramadhan yang akan datang. Aamiin. Selamat hari raya Idul Fitri, 1 Syawal 1440 Hijriah. Mohon maaf lahir dan batin.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved