Opini

Mudik Akhirat

Tradisi kesibukan mudik ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang akan mudik, tetapi juga oleh mereka

Mudik Akhirat
IST
Azanuddin Kurnia, SP, MP, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian (IKA SEP) Unsyiah

Oleh Azanuddin Kurnia, SP, MP, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Sosial Ekonomi Pertanian (IKA SEP) Unsyiah

Tradisi kesibukan mudik ini tidak hanya dilakukan oleh mereka yang akan mudik, tetapi juga oleh mereka yang akan menerima tamu-tamu atau saudara yang akan mudik ke tempat mereka. Tujuannya adalah untuk silaturahmi atau pun untuk saling bermaafaan antara anak dengan orang tua atau dengan saudara dan tetangga yang jauh dari tempat tinggal kita. Tradisi ini sudah turun temurun berlangsung di Indonesia.

Kita bisa saksikan sendiri betapa sibuknya kita dalam menghadapi atau menjalani mudik ini. Bagi mereka yang akan mudik, umumnya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari, bahkan setahun sebelumnya. Misalnya, pada tahun ini kita lebaran di kota tempat tinggal kita, maka tahun depan kita akan mudik ke kampong tempat tinggal orang tua.

Tahun tahun depannya lagi akan mudik ke tempat mertua, bahkan ada juga yang akan mudik ke tempat nenek atau tempat sanak saudara lainnya. Tradisi yang positif untuk silaturahmi dan saling bermaafan ini ternyata juga menguras banyak energi.

Bayangkan, ternyata bukan yang akan mudik saja yang sibuk dan mereka yang akan menerima tamu mudik, tetapi hampir seluruh sektor juga ikut sibuk bahkan ketiban rezeki dari tradisi ini.

Dikutip dari laman ekonomi.bisnis.com, untuk menyukseskan musim libur Lebaran 2019, Kantor Staf Presiden (KSP) bersama kementerian, lembaga dan BUMN terkait kembali meluncurkan portal web terintegrasi www.infomudik.go.id. Sebagaimana pada pelayanan arus mudik tahun lalu, infomudik.go,id bekerja sama dengan google yang diharapkan dapat menyempurnakan penyampaian informasi terkait kondisi mudik tahun ini.

Dikutip dari www.infomudik.go.id, Pos Koordinasi (Posko) Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu Tahun 2019 resmi dibuka oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa, (28/5). Melalui posko tersebut, situasi dan kondisi selama arus mudik maupun arus balik akan dapat terpantau secara real time.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai membuka Posko yang berada di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (28/5) lalu.

“Posko ini berlangsung selama 24 jam, selama 24 jam tersebut dapat dipantau secara real time situasi yang ada baik itu arus penumpang, pergerakan kendaraan pribadi maupun pergerakan transportasi umum,” jelas Menhub.

Melalui pemantauan yang bisa dilakukan 24 jam ini, Menteri Perhubungan mengatakan bahwa pihaknya dapat melakukan langkah-langkah antisipasi atau pun mengambil keputusan secara cepat dalam rangka menjaga kelancaran arus mudik maupun araus balik.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved