Pemerintah Cek Kesiapan Posko Mudik

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama wakilnya, Zainal Arifin, Kapolresta Kombes Pol Trisno Riyanto SH

Pemerintah Cek Kesiapan Posko Mudik
SERAMBINEWS.COM/EDDY FITRIADI
Wali Kota Aminullah Usman menyerahkan sirup kepada petugas di posko mudik sekitar Simpang Ulee Lheue, Banda Aceh, Senin (3/6/2019). 

BANDA ACEH - Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman bersama wakilnya, Zainal Arifin, Kapolresta Kombes Pol Trisno Riyanto SH, Asisten I Setdakota, Faisal SSTP, Kadishub Kota Muzakkir Tulot, serta unsur Forkopimda lainnya mengecek kesiapan posko mudik Lebaran 1440 H di sejumlah titik di Banda Aceh, Senin (3/6).

Posko mudik yang dikelola oleh Dinas Perhubungan, polisi, Dinas Kesehatan, dan lintas terkait lainnya itu berada di sejumlah titik, yaitu Terminal L-300 Luengbata, Terminal Tipe A Batoh, sekitar Simpang Ulee Lheue, dan di Pelabuhan Ulee Lheue.

Dari sejumlah posko tersebut, masyarakat bisa mendapatkan akses tempat istirahat, toilet, mushala, cek kesehatan, dan yang terpenting layanan informasi seputar arus mudik.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman pada kesempatan itu mengapresiasi sejumlah posko di Banda Aceh yang terpantau siap menghadapi lonjakan mudik beberapa saat lagi. Berdasarkan wawancara petugas posko juga diketahui arus mudik menjelang Lebaran kali ini terpantau aman. Begitu juga dengan armada yang standby juga dipastikan layak jalan.

“Kita akan terus kawal segala persiapan lebaran, dan sampai saat ini situasi aman terkendali,” ujar Aminullah.

Sementara di posko Pelabuhan Ulee Lheue, Wali Kota dan Forkopimda juga mengecek fasilitas umum seperti toilet pria dan wanita, tempat wudhu, dan mushalla. “Kita harus pastikan kebersihan di posko mudik terjaga. Fasilitas toilet pelabuhan saat ini juga cukup baik. Kesan jorok seperti dulu juga tak ada lagi,” ucap Aminullah, seraya berpesan kepada petugas untuk melayani masyarakat terutama pemudik dengan sepenuh hati. Pada kesempatan itu Wali Kota juga menyerahkan sirup dan sembako kepada petugas posko.

Sementara Ombudsman RI Perwakilan Aceh juga melakukan pemantauan ke sejumlah layanan publik di Aceh. Di antaranya kantor pemadam kebakaran, posko mudik, dan puskesmas. Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin kepada Serambi, Senin (3/6) mengatakan, pemantauan layanan publik ini dilakukan di wilayah barat selatan, serta wilayah timur Aceh, Banda Aceh, dan Aceh Besar.

“Sejauh ini belum ada temuan, kecuali di Samalanga Kabupaten Bireuen, ada kekurangan yaitu pos kantor pemadam kebakarannya kurang optimal, arena armadanya tidak ada. Seharusnya ada satu atau dua unit,” katanya. Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk tidak membakar petasan atau kembang api yang bisa menyebabkan kebakaran.

Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh menyampaikan bahwa arus transportasi penumpang maupun barang di lokasi pelabuhan penyeberangan di Aceh, sampai minus dua menjelang lebaran, Senin (3/6) masih berjalan normal. Belum ada penumpukan penumpang maupun barang di pelabuhan penyeberangan.

Hal itu dikatakan Kadishub Aceh, Junaidi melalui Kabid Darat, Nizarli kepada Serambi, kemarin. “Misalnya di Pelabuhan Penyeberangan Ulee Lhue-Balohan Sabang, pada 2 Juni 2019, penumpang kapal feri yang berangkat untuk dua kali penyeberangan sebanyak 645 orang, sedangkan yang tiba 558 orang. Kondisi ini masih normal,” ujarnya.

Kondisi yang hampir sama juga, kata Nizarli, terjadi untuk penumpang kapal cepat. Datang 531 orang dan berangkat 652 orang. Sementara di pelabuhan penyeberangan lainnya, seperti di Sinabang-Singkil, Meulaboh-Simeulue dan Labuhan Haji, Abdya-Simuelu, dan Singkil-Pulo Banyak, rata-rata jumlah penumpang yang terisi sekitar 75-80 persen dari kapasitas penumpang kapal.

Selain itu, lanjutnya, pos layanan angkutan mudik Lebaran dibentuk di lokasi pusat keramaian, seperti di pelabuhan penyeberangan, terminal bus, dan bandara. Petugas kesehatan juga disiagakan untuk mengobati pemudik jika tiba-tiba jatuh sakit dalam perjalanannya.

PT Capella Dinamik Nusantara selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Aceh berbagi tips aman naik motor saat mudik ke kampung halaman merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Instruktur Safety Riding PT Capella Dinamik Nusantara, Reza Novendri kepada Serambi, Senin (3/6) mengatakan, apabila ingin mengendarai sepeda motor saat mudik, maka pilihlah sepeda motor yang sudah teruji kualitasnya, serta mempunyai fitur standar keamanan yang cukup baik.

Reza menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan mudik menggunakan sepeda motor. Pertama, pastikan sepeda motor sudah diservis untuk menghindari segala kendala di jalan, seperti kondisi fisik permukaan ban dan tekanan angin ban, rem depan belakang, kelancaran gerak putar stang kemudi, mesin, oli serta filter seluruhnya dalam keadaan baik.

Kedua, sebelum memulai perjalanan wajib memastikan kondisi fisik pengendara dalam keadaan baik sehat jasmani dan rohani, mengunakan perlengkapan berkendara seperti helm, jaket, sarung tangan, sepatu, dan masker apabila diperlukan, serta membawa kelengkapan surat kendaraan (SIM dan STNK). Ketiga, memahami kondisi jalan yang akan dilalui saat mudik seperti tanjakan, turunan, jalan rusak, sempit, licin, berpasir, hewan ternak, serta memperhatikan faktor cuaca.(fit/una/her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved