Kupi Beungoh

Pernyataan Referendum Mualem, Antara Imajinasi Merdeka serta Respons Para Elite Aceh dan Pusat

Justru dengan tindakan itu, nantinya akan menimbulkan kerugian besar terhadap kedua belah pihak, baik Aceh maupun Pemerintah Indonesia.

Pernyataan Referendum Mualem, Antara Imajinasi Merdeka serta Respons Para Elite Aceh dan Pusat
istimewa
Zahrul Fahdi Johan, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dan aktif sebagai Direktur Lembaga Seuramoe Budaya. 

Pernyataan Referendum Mualem, Antara Imajinasi Merdeka dan Respons Para Elite Aceh dan Pusat

Oleh: Zahrul Fadhi Johan

IMAJINASI merdeka merupakan sebuah angan-angan yang diharapkan oleh setiap kelompok atau bangsa tertentu untuk memisahkan diri dari cengkeraman serta bayang-bayang sebuah negara yang memiliki otoritas penuh terhadap wilayah kekuasaannya.

Aceh sebagai sebuah wilayah yang berada di bawah kekuasaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), memiliki memori dalam membangun angan-angan kemerdekaan sejak 1976-2005 silam, yang dimotori oleh Tgk. Muhammad Hasan di Tiro melalui organisasi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Angan-angan tersebut seakan bangkit kembali setelah Muzakkir Manaf selaku mantan panglima GAM yang kini menjabat sebagai ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) mengeluarkan pernyataan yang menghentakkan publik seantero negeri.

Melalui sebuah video yang diunggah oleh netizen di media sosial, masyarakat dapat menyaksikan sendiri terhadap apa yang disampaikan oleh pria yang lebih akrab disapa Muallem.

Dengan penuh ketegasan, di hadapan para tamu undangan yang hadir pada acara peringatan haul Wali Neugara Aceh Tgk. Muhammad Hasan di Tiro ke-9 pada Senin (27/5/209) di gedung Amell Convention Hall Banda Aceh, Muallem menyampaikan niatnya kepada pemerintah Indonesia agar Aceh dapat menggelar referendum sebagaimana yang telah dilakukan oleh Timor Leste sebelumnya.

Dalam pandangannya, Mualem memandang ke depannya Indonesia akan dijajah oleh negara asing, atas dasar itu ia menginginkan Aceh tidak ikut terlibat dalam kondisi yang sedemikian rupa.

Baca: Heboh Referendum Aceh Guncang Nasional, Ferdinand Hutahaean: Jangan Dianggap Sepele

Baca: PNA Tolak Kriminalisasi terhadap Mualem

Baca: Mualem: Sudah Panas, Saya tak Komen Lagi

Respon Masyarakat

Pernyataan Mualem membuat publik tanah air ikut merespon dengan beragam komentar, baik yang mendukung maupun sebaliknya.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved