Kupi Beungoh

Pernyataan Referendum Mualem, Antara Imajinasi Merdeka serta Respons Para Elite Aceh dan Pusat

Justru dengan tindakan itu, nantinya akan menimbulkan kerugian besar terhadap kedua belah pihak, baik Aceh maupun Pemerintah Indonesia.

Pernyataan Referendum Mualem, Antara Imajinasi Merdeka serta Respons Para Elite Aceh dan Pusat
istimewa
Zahrul Fahdi Johan, Dosen Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh, dan aktif sebagai Direktur Lembaga Seuramoe Budaya. 

Komentar pro terhadap pernyataan Mualem pertama datang dari dua senator Aceh, yakni Fachrurrazi dan Rafli yang keduanya sekarang masih aktif sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia.

Kedua senator ini dengan jelas dan tegas mendukung terhadap apa yang diucapkan Mualem.

Secara tegas Fachrurrazi dan Rafli mendukung penuh untuk memperjuangkan referendum bagi rakyat Aceh melalui parlemen RI.

Beriringan dengan ucapan kedua senator tersebut, saban hari diikuti juga oleh berbagai elemen sipil Aceh, mulai dari masyarakat arus bawah, mantan kombatan GAM, hingga para tokoh masyarakat turut serta menanggapi apa yang disampaikan oleh Muallem adalah sebagai cita-cita dari sebuah perjuangan yang telah diperjuangkan sebelumnya oleh sang deklarator Tgk. Muhammad Hasan di Tiro untuk mewujudkan Aceh sebagai sebuah wilayah yang berdaulat.

Baca: Senator Aceh Fachrul Razi: Referendum tak Bertentangan dengan MoU Helsinki

Baca: Ghazali Abbas: Pernyataan Mualem Berbanding Lurus dengan Sikap Prabowo soal Pilpres

Baca: KPA Peureulak Dukung Pernyataan Mualem Soal Referendum

Adapun, statemen kontradiktif lahir dari elit politik Aceh dan elit nasional.

Dari elit Aceh, Muhammad Nazar yang dulunya dikenal sebagai simbol gerakan referendum Aceh (1998) menjawab pernyataan Mualem melalui Serambinews.com, Rabu (29/5/19).

Menurut Nazar, ucapan dari Mualem adalah sebagai bentuk rasa kekecewaan Mualem terhadap kekalahan Prabowo dalam pilpres 2019, sehingga statemen itu dianggap sebagai bentuk dari kepentingan politik pribadi Muallem terhadap Aceh.

Ia menganggap, untuk saat ini tidak ada kesenjangan antara Aceh dengan pemerintah Pusat, jadi sangat tidak tepat jika Mualem mengumandangkan isu referendum bagi rakyat Aceh dalam kondisi hubungan Aceh dengan pemerintah Indonesia sedang begitu mesra.

Baca: Terkait Wacana Referendum, Muhammad Nazar:  Bèk Culok Rakyat Aceh Lam Mon Tuha’

Baca: Tokoh Referendum Aceh, Muhammad Nazar, Sebutkan Ada Kepentingan Pribadi

Selanjutnya, hal senada disampaikan oleh Wiranto selaku Menko Polhukam dalam siaran pers dihadapan awak media setelah melakukan rapat koordinasi khusus dikantornya Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta Jumat (31/5/19) yang membahas isu adanya wacana referendum yang sedang mencuat di beberapa wilayah Nusantara khususnya Aceh.

Dalam hal ini, Wiranto mengganggap apa yang disampaikan oleh Muzakkir Manaf adalah sebagai bentuk kekecewaan terhadap kekalahannya pada pilgub Aceh 2017 silam.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved