Terdakwa Kasus Pungli Dituntut

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat telah membacakan tuntutan terhadap tiga

Terdakwa Kasus Pungli Dituntut
ANGGOTA Polres Aceh Barat mengiring tersangka kasus dugaan pungli yang ditangkap dalam kasus dana DAK 2018 ketika diamankan di Mapolres setempat 

* Pegawai 18 Bulan, Rekanan 20 Bulan

MEULABOH - Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Barat telah membacakan tuntutan terhadap tiga terdakwa pegawai di Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten setempat dan seorang rekanan dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 27 Mei 2019. Sidang ke depan dengan agenda pembacaan pembela digelar di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Banda Aceh.

Informasi yang diperoleh Serambi, kemarin, menyebutkan, tiga terdakwa pegawai Disdik Aceh Barat yang dituntut masing-masing 1,5 tahun (18 bulan) adalah Ahlizar, mantan kepala Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), Zamlinar, mantan kepala SDN Ranto Panyang II, serta Riswandi, selaku tenaga honorer. Sedangkan rekanan Mahlil Budiman dituntut 1,6 tahun (20 bulan).

Tuntutan terhadap keempat terdakwa dibacakan JPU dari Kejari Aceh Barat, Fakhrol Rozi SH. Dalam tuntutannya, keempat terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana pasal dalam Undang-undang (UU) Tipikor. “Menjatuhi hukuman penjara dan dipotong masa penahanan,” ujar JPU.

Terhadap tuntutan itu, keempat terdakwa menyatakan akan menyampaikan pembelaan tertulis. Hakim kembali menunda persidangan dan akan dilanjutkan pada 10 Juni mendatang. Setelah persidangan, keempat terdakwa kembali dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banda Aceh tempat selama ini mereka ditahan.

Seperti pernah diberitakan, Polres Aceh Barat menetapkan seorang pejabat Disdik Aceh Barat bersama seorang kepala sekolah, seorang kepala SKB, seorang tenaga honorer, dan seorang rekanan, sebagai tersangka dalam OTT kasus dugaan pungli di dinas tersebut. Kelimanya dibekuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Aceh Barat pada 20 Agustus 2018. Tim juga menyita uang dari para tersangka sebesar Rp 157,6 juta.

Pejabat dari Disdik Aceh Barat itu ditangkap setelah polisi mendapat laporan tentang adanya praktik pungli dan tindak pidana korupsi proyek DAK tahun 2018 yang bersumber dari pemerintah pusat untuk pengadaan barang pada 21 sekolah di kabupaten itu. Polisi berhasil membekuk pelaku ketika sedang melakukan transaksi penyerahan uang dalam musalla sebuah bank di Meulaboh.

Sementara itu, dua terdakwa kasus dugaan korupsi dana Perusahaan Daerah Pakat Beusare (PDPB) Aceh Barat, yakni mantan direktur utama (Dirut), Sofyan Suri (66) dan mantan direktur administrasi, Rahmad (45), hingga kini masih persidangan di PN Tipikor Banda Aceh. Sedangkan, kedua terdakwa kini ditahan di Lapas Banda Aceh. “Untuk kasus PD Paket Beusare, masih pemeriksaan saksi,” kata Kasi Pidsus Kejari Aceh Barat, Fakhrol Rozi SH kepada Serambi, kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Aceh Barat menahan mantan dirut dan mantan direktur administrasi PD Pakat Beusare dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal dari APBK Aceh Barat. Keduanya ditangkap setelah polisi menerima hasil audit temuan kerugian negara dalam kasus itu mencapai Rp 1,7 miliar. Dana di PD Pakat Beusare itu bersumber dari APBK Aceh Barat tahun 2006 yang awalnya berjumlah Rp 2,5 miliar. Pada kasus itu, polisi berhasil mengamankan BB (barang bukti) sebesar Rp 331,5 juta.(riz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved