Kisah Iptu Rozsa Rezky, Rindu Mendengar Suara Takbir di Tengah Misi Menjaga Perdamaian Dunia

Menjalankan tugas negara di negeri orang membuat Iptu Rozsa Rezky Febrian rindu akan kampung halaman.

Kisah Iptu Rozsa Rezky, Rindu Mendengar Suara Takbir di Tengah Misi Menjaga Perdamaian Dunia
Dok.Pribadi
Iptu Rozsa Rezky Febrian (Dok.Pribadi) 

Saat Shalat Id di Yogyakarta Rozsa memakluminya karena mayoritas penduduk Haiti beragama Katolik dan sebagiannya Protestan, serta aliran kepercayaan lainnya.

Untuk umat Muslim sangat sulit ditemukan sehingga wajar tidak ada masjid.

Bahkan untuk menentukan tanggal Lebaran saja, cukup sulit karena tidak ada pemberitahuan resmi pemerintah setempat.

Akhirnya, Rozsa menentukan pilihan berdasarkan negara lain.

"Sebenarnya saya bingung menentukan kapan Lebarannya. Awalnya mau mengikuti Indonesia pada tanggal 5 Juni serta pemberitahuan dari MINUJUSTH.

Tapi, setelah mengamati beberapa negara seperti Uni Emirat Arab dan Amerika Serikat yang berlebaran pada 4 Juni, saya memutuskan untuk Lebaran pada 4 Juni," kata Rozsa.

Demi tugas negara, Rozsa tetap tabah menghadapinya. Puasa selama satu bulan dilaluinya dengan ketabahan luar biasa.

Rozsa sahur dan berbuka puasa apa adanya dengan masakan sederhana dan ala kadarnya.

Bahkan makanan yang bisa dibeli sangat terbatas karena harus memilih-milih yang halal dan kebersihannya terjaga.

Rayakan Lebaran

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved