Breaking News:

Niat Puasa Sunat Syawal, Bolehkah Digabung dengan Qadha Puasa Ramadhan?

Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM
Ilustrasi puasa sunnah syawal 

5. Meniatkan pada yang bukan ibadah sesuatu yang bukan ibadah juga, sedangkan keduanya berbeda pada hukum.

Contohnya berkata seseorang pada isterinya: “Engkau haram untukku” dengan niat thalaq dan zhihar sekaligus.

Menurut pendapat yang lebih sahih, suami tersebut boleh memilih antara keduanya.

Hukum Menggabung Qadha Ramadhan dengan Sunnah Syawal

Menggabung Qadha Ramadhan dengan Sunnah Syawal termasuk dalam katagori menggabung ibadah fardlu dengan sunnah.

Hukumnya ada yang sah dan ada yang tidak sah.

Mengenai menggabung Qadha Ramadhan dengan Sunnah Syawal, mari kita simak pendapat para ulama, yaitu:

1. Berkata Muhammad bin Sulaiman al-Kurdy al-Madny :

“Dhahir hadits ‘athba’ahu sittamminsyawwal’ (puasa enam hari di bulan Syawwal) dan hadits lainnya, tidak menghasilkan pahala puasa enam apabila diniatkannya bersamaan dengan qadha Ramadhan.

Tetapi Ibnu Hajar menjelaskan dapat asal pahala, tapi tidak dapat kesempurnaannya, apabila diniatkan puasa enam, sama halnya dengan (menggabungkan puasa) lainnya seperti puasa Arafah dan ‘Asyura.

Imam ar-Ramli mentarjihkan, dapat pahala semua perbuatan sunat yang dilakukan bersamaan dengan fardhu, meskipun tidak diniatkan perbuatan sunat itu, selama tidak ada yang memalingkan dari darinya seperti seseorang qadha Ramadhan pada Bulan Syawal, sedangkan dia meniatkan qadha puasa enam pada Bulan Zulqaidah”.

Catatan: Terjemahan lengkap potongan hadits yang dibahas di atas adalah:

"Barang siapa yang berpuasa bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari bulan Syawal, maka dia seperti puasa selama setahun.(H.R. Muslim)"

Baca: Satu Bocah Kritis, Bangunan Rata dengan Tanah Akibat Petasan Gas Meledak di Dalam Musala

2. Berkata Pengarang Mughni:

“Kalau seseorang berpuasa qadha Ramadhan pada Bulan Syawal atau nazar ataupun lainnya, apakah dapat baginya sunat atau tidak?. Belum pernah aku lihat yang menyebutnya. Dhahirnya dapat, tetapi tidak dapat baginya pahala yang disebutkan (seperti puasa sepanjang masa), khususnya orang yang luput puasa Ramadhan dan dia berpuasa untuk syawal , karena tidak terbenar atasnya makna yang telah tersebut dahulu”.

Namun demikian, Imam Nawawi, salah seorang di mana fatwanya menjadi ikutan dalam Mazhab Syafi’i dan al-Asnawi berpendapat lain.

Kedua beliau ini mengatakan, jika diniat puasa sunat dan fardhu pada puasa tersebut, maka keduanya tidak sah.

Ibnu Hajar al-Haitami yang hidup sesudah kedua tokoh tersebut, kemudian mengoreksi pendapat Nawawi dan al-Asnawi tersebut dengan menjelaskan bahwa pendapat itu baru dapat diterima apabila puasa sunat tersebut merupakan maqshud lizatihi (diqashad diri puasa).

Kemudian al-Haitamy mengatakan, disyariatkan puasa enam bulan Syawal ini bukanlah merupakan maqshud lizatihi, tetapi yang menjadi maqshud-nya hanyalah wujud puasa pada bulan Syawal.

Oleh karena itu, ia sama dengan shalat tahiyatul masjid.

Maka yang diinginkan di sini adalah wujud puasa enam hari pada bulan Syawal, baik dengan sendirinya maupun digabungkan dengan lainnya.

Baca: Anak-anak, Puasa, dan Kebahagiaan

KESIMPULAN:

1. Berdasarkan pendapat Ibnu Hajar al-Haitamy di atas, maka meniatkan puasa enam bulan Syawal pada saat mengqadha puasa Ramadhan pada bulan Syawal dapat menghasilkan pahala puasa enam, tetapi tidak menghasilkan pahala yang sempurna seperti disebutkan, yaitu pahala puasa selama setahun.

2. Akhirnya, bagi yang mampu dan kuat, maka sebaiknya niat itu satu-satu.

Artinya kalau mampu, maka puasa qadla dulu baru melakukan sunnah syawal.

Atau kalau kurang mampu, maka puasa syawal dulu karena waktunya pendek hanya sebulan, lalu mengqadla Ramadhan di bulan lain karena waktunya fleksibel selama setahun hingga Ramadhan berikutnya.

Kalau merasa kurang mampu juga, maka lakukan dengan menggabungkan puasa Ramadhan dengan puasa sunnah Syawal, tetapi ini kurang afdhal. Wallahua’lam bissawab.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved