Sains Ungkap Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Pernahkah Anda memikirkan apakah kita sudah benar-benar memaafkan seseorang ketika saling maaf-maafan di hari raya Idul Fitri ini?

Sains Ungkap Hikmah Memaafkan di Hari Raya Idul Fitri: Baik untuk Kesehatan Fisik dan Mental
bandbajabarat.com
Ilustrasi Lebaran 

Inilah hikmah memaafkan saat hari raya Idul Fitri menurut sains yang mengungkapkan bahwa hal ini baik untuk kesehatan fisik dan mental seseorang.

SERAMBINEWS.COM - Hari raya Idul Fitrimerupakan hari dimana seseorang merasa seperti terlahir kembali dengan fitrah kemanusiaan yang suci dan bersih dari dosa.

Setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan, hari raya Idul Fitri menjadi sebuah kemenangan bagi umat muslim.

Pada umumnya di hari raya Idul Fitri, sesama umat muslim akan saling memaafkan atas kesalahan di masa lampau.
Pernahkah Anda memikirkan apakah kita sudah benar-benar memaafkan seseorang ketika saling maaf-maafan di hari raya Idul Fitri ini?

Memaafkan tidak berarti menyetujui, membenarkan, membiarkan, atau melupakan kesalahan yang telah diperbuat orang lain terhadap kita.

Namun, memaafkan merupakan cara kita mengasah pengendalian diri dan nilai moral yang kita miliki.

Melansir Kompas.com melalui HuffPost, memaafkan seseorang dari kesalahan masa lampau merupakan suatu pekerjaan yang membutuhkan usaha.
Alangkah baiknya sebelum memaafkan orang lain, kita harus memaafkan diri kita terlebih dahulu.

Menurut Rubin Khoddam, psikolog dari University of Southern California, kendala pertama dan terbesar dalam proses memaafkan adalah ketakutan dipandang sebagai pihak yang lemah.

Baca: Niat Puasa Sunat Syawal, Bolehkah Digabung dengan Qadha Puasa Ramadhan?

Baca: Petani Ini Curi Ayam dan Bebek Demi Beli Bensin Mobil BMW Miliknya

Kondisi ini terus menempatkan kita sebagai korban yang tidak berdaya dan didominasi oleh orang lain.

Justru dengan mengambil keputusan untuk memaafkan, kita kembali mengambil kendali atas kehidupan kita sendiri.
Tidak masalah jika pada awalnya, proses ini akan membuat kita marah dan mendendam, namun perlahan kita masalah tersebut telah membentuk pribadi kita saat ini yang telah berani mengambil langkah untuk berubah memperbaiki diri.

Halaman
12
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved