DLHK3 Imbau Pengunjung Jaga Kebersihan di Objek Wisata Banda Aceh

DLHK3 Banda Aceh mengimbau pengunjung situs bersejarah di Kota Banda Aceh untuk menjaga kebersihan di objek wisata yang dikunjungi.

DLHK3 Imbau Pengunjung Jaga Kebersihan di Objek Wisata Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Pengunjung menikmati keindahan Hutan Kota BNI di Gampong Tibang, Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (3/4/2019). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh mengimbau pengunjung situs bersejarah di Kota Banda Aceh untuk menjaga kebersihan di objek wisata yang dikunjungi.

Imbauan itu disampaikan seiring meningkatnya pengunjung dari luar Banda Aceh yang datang ke objek wisata di antaranya Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, PLTD Apung, dan lainnya selama libur Lebaran.

Hal tersebut disampaikan Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh, Jalaluddin ST MT kepada Serambinews.com, Sabtu (8/6/2019). Menurutnya, beberapa hari terakhir Banda Aceh semakin ramai yang bisa membuat sejumlah spot wisata bertabur sampah.

“Maka dari itu kami mengimbau pengunjung untuk menjaga kebersihan dan jangan membuang sampah sembarangan di objek wisata yang dikunjungi,” ucapnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lanjut Jalaluddin, banyak masyarakat luar daerah yang menikmati libur Lebaran dengan mengunjungi ibu kota Provinsi Aceh, Banda Aceh.

Kehadiran wisatawan domestik itu disambut meriah oleh pedagang asongan yang menjajakan makanan, aksesoris, serta cindera mata kepada pengunjung. Namun sayangnya, tak sedikit dari mereka membuang bungkusan plastik jajanan di lokasi wisata.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga kebersihan Banda Aceh. Objek wisata bersejarah ini seharusnya kita rawat bukan malah dikotori,” jelas dia.

Selain itu, pihaknya meminta maaf kepada warga Banda Aceh karena belum bisa melayani seluruh permukiman penduduk karena bayak personel yang masih libur Hari Raya.

Menurut Plt Kepala DLHK3 Banda Aceh, saat ini sampah di Banda Aceh lebih kurang sekitar 150 ton dengan pekerja yang sudah aktif sekitar 90 orang.

“Karena sebagian petugas bekerja pada malam takbiran membersih kota. Insya Allah dalam dua hari ke depan sudah lancar lagi,” timpalnya.

Ditambahkan, sampah saat lebaran ini menurun karena banyak warga yang mudik dan libur panjang sekolah hingga kampus.

Akibat kekurangan personel sementara waktu itu, lanjutnya, maka jangkuan petugas DLHK3 masih terbatas dan belum bisa melayani sejumlah kawasan. Namun demikian, pihaknya tetap fokus membersihkan sampah di pusat kota sejak hari raya pertama.

“Penumpukan sampah tidak signifikan dan masih dalam kategori aman. Kondisi seperti ini sudah lazim saat hari raya,” pungkasnya. (*)

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved