NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Wisatawan Mulai 2020

Badan Antariksa Nasional AS, NASA, mengumumkan rencana untuk membuka Stasiun Luar Angkasa Interasional (ISS) untuk wisatawan mulai 2020.

NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Wisatawan Mulai 2020
Fotografer mengambil gambar ketika Soyuz MS-10 meluncur dari stasiun Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Roket itu membawa astronot Amerika Serikat Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksey Ovchinin untuk memulai misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).(AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV) 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Badan Antariksa Nasional AS, NASA, mengumumkan rencana untuk membuka Stasiun Luar Angkasa Interasional (ISS) untuk wisatawan mulai 2020.

Dikatakan para turis akan dapat merasakan pengalaman tur ke luar angkasa dan menginap di ISS dengan biaya 35.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta) per malam.

Langkah itu sebagai salah satu upaya NASA untuk dapat secara mandiri memenuhi kebutuhan finansial laboratorium penelitian luar angkasa tersebut.

"NASA membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk peluang komersial dan memasarkan peluang yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," ujar kepala keuangan NASA, Jeff DeWit di New York, Jumat (7/6/2019).

Ditambahkan Wakil Direktur ISS, Robyn Gatens, direncanakan akan ada hingga dua misi pendek astronot pribadi per tahunnya.

Dengan masing-masing misi berlangsung selama 30 hari, diharapkan akan ada 12 astronot swasta yang akan mengunjungi ISS setiap tahunnya.

Para turis luar angkasa ini akan dibawa menuju orbit secara eksklusif oleh dua perusahaan yang saat ini mengembangkan pesawat transportasi untuk NASA, yakni SpaceX, yang mengembangkan kapsul Crew Dragon, serta Boeing, yang tengah membangun Starliner.

Kedua perusahaan itu akan memilih klien dan menawarkan biaya perjalanan ke ISS, yang diperkirakan akan mencapai harga 58 juta dollar AS (sekitar Rp 824 miliar) untuk tiket sekali perjalanan pulang pergi.

Akan tetapi harga itu adalah untuk perjalanan pulang pergi ke ISS, yang harus dibayarkan NASA kepada kedua perusahaan perjalanan.

Sementara untuk biaya layanan menginap di luar angkasa, seperti akomodasi dan penggunaan peralatan pendukung kehidupan di ISS, yang diperkirakan NASA berkisar 35.000 dollar AS (sekitar Rp 497 juta) per malam.

Stasiun luar angkasa internasional, ISS, bukan properti milik NASA. Stasiun luar angkasa itu dibangun bersama dengan Rusia mulai 1998 dan negara-negara lain berpartisipasi dalam misi dan pengiriman astronot.

Tetapi AS telah membayar dan mengendalikan sebagian besar modul yang membentuk stasiun luar angkasa itu.

Meski NASA baru akan memulainya pada 2020 mendatang, wisata ke ISS pernah dilakukan pada 2001, yakni oleh pengusaha AS Dennis Tito yang membayar sebesar 20 juta dollar (sekitar Rp 280 miliar) kepada Rusia untuk membawanya ke luar angkasa.

Baca: Hasil French Open 2019 - Kalahkan Roger Federer, Rafael Nadal ke Final dan Berpeluang Juara

Baca: PBB: 3,3 Juta Orang Melarikan Diri dari Krisis di Venezuela sejak 2016

Baca: Australian Open 2019, 4 Wakil Indonesia Tembus Babak Semifinal

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2020, NASA Bakal Buka Stasiun Luar Angkasa Internasional untuk Turis"

Editor: faisal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved