Luar Negeri

Dua Pemimpin Pemberontak Sudan Ditangkap Setelah Bertemu PM Etiopia

Oposisi menghendaki penguasa militer bertanggung jawab atas pertumpahan darah yang terjadi di mana puluhan dikabarkan tewas

Dua Pemimpin Pemberontak Sudan Ditangkap Setelah Bertemu PM Etiopia
(REUTERS)(STRINGER)
emonstran mendirikan barikade di jalan dan menuntut agar Dewan Militer Transisi negara itu menyerahkan kekuasaan kepada warga sipil di Khartoum, Sudan, Senin (3/6/2019). 

Dua Pemimpin Pemberontak Sudan Ditangkap Setelah Bertemu PM Etiopia

SERAMBINEWS.COM - Dua pemimpin pemberontak Sudan dilaporkan ditangkap tak lama setelah bertemu Perdana Menteri Etiopia Abiy Ahmed yang berusaha menjadi penengah dalam krisis itu.

Pada Jumat (7/6/2019), Ahmed meminta penguasa militer maupun oposisi Sudan untuk menunjukkan "keberanian" menapak demokrasi menyusul konflik berdarah sejak April lalu.

Kunjungan Ahmed terjadi beberapa hari setelah pasukan Sudan menyerbu kamp unjuk rasa di luar gedung Kementerian Pertahanan di mana pengunjuk rasa meminta pemerintahan sipil.

Baca: Puncak Arus Balik Wisatawan, Kapal Sabang-Banda Aceh Berlayar 10 Trip Hingga Malam

Meski tidak ada solusi di akhir kunjungan Ahmed, sumber dari internal PM menyebut pembicaraan berlangung baik dengan Ahmed berjanji kembali ke Sudan secepatnya.

Dilansir Reuters Sabtu (8/6/2019), Dewan Transisi Militer (TMC) berterima kasih atas peran Etiopia dalam proses mediasi yang bakal berdampak kepada penguatan transisi demokrasi.

Namun berdasarkan sumber oposisi, Sekretaris Jenderal Pergerakan-Utara Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM-N) Ismail Jallab dan juru bicara Mubarak Ardol ditangkap beberapa jam kemudian.

Ahmed menawarkan mediasi setelah aliansi oposisi Pasukan Deklarasi Kemerdekaan dan Perubahan (DFCF) yang berunding dengan TMC tentang siapa yang bakal memimpin di masa transisi bubar terkena serangan.

Pada Rabu (5/6/2019), Wakil Ketua SPLM-N Yasir Arman dibekuk di rumahnya di Khartoum sejak kembali dari pengasingan setelah Presiden Omar al-Bashir April lalu.

Baca: TKP Mobil Rombongan TNI Masuk Jurang di Ise-ise Galus Jadi Ajang Selfie bagi Pelintas

Arman sebelumnya sudah dijatuhi hukuman mati in absentia atas perannya dalam pemberontakan melawan pemerintahan Bashir di Negara Bagian Blue Nile 2011 silam.

Halaman
12
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved