Kupi Beungoh

Mengintip Potensi dan Peluang Aceh di Tengah Trend Halal Tourism

Label halal pada suatu produk menjadi hal yang sangat utama dan dibutuhkan bagi seluruh umat muslim.

Mengintip Potensi dan Peluang Aceh di Tengah Trend Halal Tourism
SERAMBINEWS.COM/Hand Over
Mahasiswi Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala 

Halal Tourism atau wisata halal salah satu industri pariwisata yang pelaksanaanya menuntut untuk mematuhi segala aturan-aturan syariah di dalam aktivitasnya.

Halal tourism ini lebih mengedepankan pelayanan berbasis standar halal umat Muslim.

Konsep wisata syariah ini mengartikan sebuah proses pengintegrasian nilai-nilai keislaman kedalam seluruh aspek kegiatan wisata.

Wisata syariah mempertimbangkan nilai-nilai dasar umat Muslim didalam penyajiannya mulai dari akomodasi, restaurant, hingga aktifitas wisata yang selalu mengacu kepada norma-norma keislaman dan menjauhi segala aspek yang dilarang di dalamnya.

Pariwisata saat ini menjadi gaya hidup (lifestyle) masyarakat.

Ketika sesuatu itu menjadi gaya hidup seseorang tentu ia akan melakukan yang terbaik untuk dapat memenuhinya, sehingga tidak heran orang rela mengeluarkan dana yang besar untuk sekedar hanya berwisata.

Sehingga dari itu sektor pariwisata menjadi salah satu sektor penyumbang devisa yang besar untuk negara.

Di Indonesia konsep wisata halal ini sudah berkembang sejak tahun 2012 dan semakin berkembang ke daerah pada tahun 2015.

Sebagai negara dengan populasi penduduk beragama Islam terbesar di dunia menjadikan industri halal ini sebagai strategi dalam membangun perekonomian.

Hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya peringkat Indonesia sebagai negara destinasi halal dunia dalam kurun waktu 4 tahun berturut-turut.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved