739 Perusahaan Ikut Lelang

Jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan ikut pelelangan e-katalog program pengadaan 5.969 unit

739 Perusahaan Ikut Lelang
Facebook
Rumah dhuafa yang dibangun komunitas facebook di Aceh 

* E-Katalog Pengadaan 5.969 Unit Rumah Duafa

BANDA ACEH - Jumlah perusahaan yang mengajukan permohonan ikut pelelangan e-katalog program pengadaan 5.969 unit rumah bantuan duafa tahun 2019 sudah mencapai 730 perusahaan per 31 Mei 2019. Penetapan pemenang pengadaan rumah sistem e-katalog ini baru akan diumumkan pada minggu pertama Juli mendatang.

Demikian dikatakan Kepala Dinas (Kadis) Perkim Aceh, Ir Mizwan MT kepada Serambi, Minggu (6/9). Mizwan menjelaskan, pelaksanaan pengadaan 5.969 unit rumah kaum duafa dengan sistem lelang e-kalog itu dibagi dalam 10 klaster. Klaster I, sebutnya, mencakup tiga daerah, yaitu Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang dengan jumlah rumah yang akan dibangun sebanyak 653 unit. Klaster II mencakup Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen dengan kuota 1.403 rumah.

“Klaster III yaitu Lhokseumawe dan Aceh Utara dengan rumah yang akan dibangun sebanyak 1.068 unit. Sedangkan Klaster IV terdiri dari Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Timur. Kuota rumah yang mau dibangun sebanyak 1.016 unit,” ujarnya.

Untuk Klaster V mencakup Bener Meriah dan Aceh Tengah, kuota rumahnya 462 unit. Disusul Klaster VI, Gayo Lues dan Aceh Tenggara, rumah yang mau dibangun 289 unit. Lalu, Klaster VII yakni Aceh Jaya, Aceh Barat, dan Nagan Raya (423 unit). Kemudian, Klaster VIII yaitu Aceh Selatan dan Aceh Barat Daya (162 unit). Selanjutnya, Klaster IX Kabupaten Simeulue, rumah yang mau dibangun 61 unit. Terakhir, Klaster X meliputi Subulussalam dan Aceh Singkil, kuota rumah 232 unit.

Ia menerangkan, pagu anggaran pembangunan rumah bantuan duafa berbeda nilainya antara satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini disebabkan kondisi harga bahan bangunan di daerah tersebut. “Paling tinggi pagu anggarannya di Simeulue mencapai Rp 95 juta/unit, Sabang Rp 90 juta yang sama dengan Aceh Singkil, sedangkan daerah lainnya Rp 85 juta/unit,” sebut dia.

Di sisi lain, Mizwan memaparkan, dalam pelelangan pengadaan rumah bantuan duafa itu, perusahaan yang telah memenuhi persyaratan lelang e-katalog hanya akan diberikan mengerjakan paling banyak 10 unit rumah. Hal ini dimaksudkan agar perusahaan tersebut bisa menyelesaikan borongan rumahnya tepat waktu dengan konstruksi berkualitas. “Kalau terlalu banyak diberikan, penyelesaian pembangunan rumahnya nanti bisa tidak tepat waktu. Padahal, pada akhir Desember 2019 ini, semuanya harus tuntas 100 persen,” tegas Kadis Perkim Aceh itu.

Mizwan merincikan, rumah duafa yang dibangun tipe 36 dengan atap seng, dinding beton, lantai semen/keramik putih, satu ruang tamu, dua kamar tidur, dan dapur/kamar mandi. Rumah yang dibangun itu layak huni dan memenuhi rumah sehat, sehingga penghuni rumah tersebut nanti, kesehatannya lebih terjamin.

Pada bagian lain, Kepala Dinas Perkim Aceh, Ir Mizwan MT menekankan, penerima bantuan pembangunan rumah dhuafa sebanyak 5.969 unit pada tahun 2019, sudah terdaftar dalam DIPA APBA 2019 dengan nomenklatur program pembangunan rumah bantuan bagi kaum duafa/fakir miskin. “Untuk itu, jika ada oknum atau pihak tertentu yang menyatakan dirinya bisa mengurus penerima bantuan rumah duafa 2019 dari Pemerintah Aceh, perlu diwaspadai,” imbaunya.

Jika ada oknum yang tidak bertanggung jawab atau kelompok tertentu menawari bantuan jasa bisa urus rumah bantuan untuk kaum duafa dari Pemerintah Aceh dengan syarat calon penerima harus memberikan sejumlah uang untuk biaya pengurusan administrasi atau lainnya, Mizwan meminta warga jangan melayani.

“Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai bantuan rumah duafa tahun 2019, bisa menghubungi langsung Kantor Dinas Perkim Aceh atau Dinas Perkim kabupaten/kota. Karena, nama calon penerima bantuan rumah duafa tahun 2019 ini sudah terdaftar dan ada pada Dinas Perkim kabupaten/kota maupun Dinas Perkim Aceh,” tukasnya. “Bantuan rumah bagi kuam duafa dari Pemerintah Aceh ini gratis dan tanpa dipungut bayaran satu rupiah pun,” pungkas Mizwan.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved