Abrasi Krueng Teunom Ancam Pemukiman Penduduk di Pasie Raya

Abrasi Krueng Teunom yang terjadi sejak tahun 2017 lalu menyababkan 8 unit rumah masyarakat desa Krueng Beukah Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya ...

Abrasi Krueng Teunom Ancam Pemukiman Penduduk di Pasie Raya
SERAMBINEWS.COM/RISKI BINTANG
Kondisi abrasi Krueng Teunom, Aceh Jaya. 

Abrasi Krueng Teunom Ancam Pemukiman Penduduk di Pasie Raya

Laporan Riski Bintang | Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, CALANG – Abrasi Krueng Teunom yang terjadi sejak tahun 2017 lalu menyababkan 8 unit rumah warga desa Krueng Beukah, Kecamatan Pasie Raya, Aceh Jaya terancam ambruk ke sungai.

Hal tersebut disampaikan Keuchik Krueng Beukah, Muhammad Salem kepada Serambinews.com, Senin (10/6/2019)

“Ia, memang ada beberapa rumah yang terancam ambruk ke sungai karena abrasi tersebut, sekarang ada 8 unit rumah yang terancam terbawa arus sungai tersebut,” jelasnya kepada Serambinews.com, melalui sambungan telepon seluler.

Ia menjelaskan, hingga saat ini posisi Krueng Teunom sudah berpindah sejauh 500 meter dari posisi awal dan menghancurkan puluhan haktar perkebunan warga.

“Krueng Teunom tersebut sudah berpindah sejauh 500 meter dari posisi awal, abrasi tersebut juga terjadi sejak tahun 2017 lalu hingga sekarang,” tandasnya.

Muhammad Salem menambahkan, posisi delapan unit rumah tersebut hanya berjarak 8 meter saja dari tebing sungai yang saat ini terus terkikis.

Hingga saat ini, pemerintah Aceh Jaya belum memberikan respon dan tanggapan apapun terkait abrasi yang sudah mengancam pemukiman masyarakat di Kecamatan Pasie Raya.

Baca: Ombudsman: Infrastruktur Harus Menjadi Perhatian Pemerintah

Baca: Bahan Makanan, Sandang, dan Transpor Penyumbang Inflasi Tertinggi di Aceh

Baca: Wabup Abdya Sebutkan, Banyak PNS Setor Wajah Hari Pertama Masuk Kerja

Sementara itu, Sekretaris Forum Keuchik Pasie Raya, Syarkawi mengatakan,  abrasi tersebut tidak hanya mengancam desa Krueng Beukah saja, namun juga sudah mengancam dua desa lainnya meliputi Desa Timpleung dan desa Pasie Tube.

“Ada tiga desa yang terancam abrasi, tapi dari tiga desa tersebut, dua desa Timpleung dan Krueng Beukah menjadi yang terparah, untuk Timpleung saja sudah ada puluhan haktar perkebunan warga yang tergerus akibat abrasi tersebut,” jelas Syarkawi yang juga Keuchik Timpeung.

Untuk itu, ia mewakili masyarakat berharap agar pemerintah dengan segera menangani abrasi tersebut sehingga tidak ada perkebunan masyarakat yang menjadi korban keganasan abrasi tersebut.(*)

Penulis: Riski Bintang
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved