Demo di Hong Kong: 'Lebih satu juta orang' menentang undang-undang ekstradisi ke China

Mereka mengatakan ini adalah aksi massa terbesar sejak penyerahan Hong Kong ke China pada 1997.

Demo di Hong Kong: 'Lebih satu juta orang' menentang undang-undang ekstradisi ke China
Reuters
Unjuk rasa di Hong Kong menentang undang-undang ekstradisi ke China 

SERAMBINEWS.COM - Penyelenggara unjuk rasa antipemerintah di Hong Kong mengatakan lebih dari satu juta orang mengikuti demonstrasi hari Minggu (09/06) yang ditujukan untuk menentang undang-undang ekstradisi ke China.

Mereka mengatakan ini adalah aksi massa terbesar sejak penyerahan Hong Kong ke China pada 1997.

Namun polisi mengklaim bahwa jumlah demonstran jauh lebih sedikit. Pada masa puncak, jumlahnya 240.000 orang, kata polisi di Hong Kong.

Undang-undang ini memungkinkan ekstradisi tersangka ke China daratan.

Para pengecam mengatakan undang-undang ini melemahkan kemandirian hukum yang dijamin saat Inggris menyerahkan Hong Kong ke China lebih dari dua dekade silam. Mereka mengatakan "undang-undang ini cacat hukum".

Baca: Mahasiswa Unsyiah Ciptakan Bubuk Antidiabetes dari Buah Tanjung

Baca: Debu Vulkanik Sinabung Berembus Sampai ke Aceh, Ini 8 Tips Agar Terhindar dari Dampak Buruknya

Rocky Chang, guru besar berusia 59 tahun yang ikut berdemonstrasi mengatakan bahwa undang-undang ekstradisi adalah akhir bagi Hong Kong.

"Ini urusan hidup atau mati ... undang-undangnya jahat," kata Chang kepada kantor berita Reuters.

EPA

Ini adalah unjuk rasa terbesar di Hong Kong dalam beberapa tahun ini.

Ivan Wong, mahasiswa berusia 18 tahun, mengatakan, "Suara rakyat sama sekali tak didengar."

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved