Feri dari Simeulue Dihantam Ombak

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang yang sedang berlayar dari Sinabang (Simeulue)

Feri dari Simeulue Dihantam Ombak
Serambi Indonesia
KMP Teluk Sinabang dan Labuhahaji Batal Berlabuh ke Aceh Barat 

* Tujuan Pelayaran Dialihkan dari Meulaboh ke Labuhan Haji

MEULABOH - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang yang sedang berlayar dari Sinabang (Simeulue) tujuan Pelabuhan Meulaboh, di Kecamatan Samatiga, Aceh Barat, Minggu (9/6) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB, tiba-tiba dihantam ombak besar di perairan Meulaboh. Akibatnya, tujuan kapal feri tersebut terpaksa dialihkan ke Pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan.

Informasi yang diperoleh Serambi dari pihak Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP), kemarin, KMP Teluk Sinabang yang mayoritas penumpangnya pemudik arus balik berlayar dari Simeulue pada Sabtu (8/6) selepas Magrib dengan tujuan Meulaboh. Namun, dalam perjalanan kapal tersebut dihantam ombak besar. Terlebih lagi, saat memasuki perairan Meulaboh, gelombang semakin tinggi akibat cuaca buruk. Sehingga kapten kapal memutuskan tujuan pelayaran dialihkan ke Pelabuhan Labuhan Haji. KMP tersebut akhirnya tiba dengan selamat di Labuhan Haji pada Minggu (9/6) pukul 05.00 WIB.

Pengalihan tujuan pelayaran secara tiba-tiba di laut dilakukan kapten kapal untuk menghindari terjadi hal-hal yang tak diinginkan seperti kapal tenggelam. Langkah tersebut juga disampaikan kapten kapal ke pihak ASDP Lintasan Meulaboh. Supervisi PTASDP Cabang Singkil Lintasan Meulaboh, Desrizal Marbeth SE, membenarkan, gelombang besar sempat menghantam KMP Teluk Sinabang sehingga kapten kapal memutuskan tujuan pelayaran dialihkan dari Meulaboh ke Labuhan Haji. “Tapi, Alhamdulilah semua selamat,” ujarnya.

Setelah menerima informasi dari kapten kapal, menurut Desrizal, pihaknya langsung menyampaikan pengalihan tujuan pelayaran KMP tersebut kepada calon penumpang yang sudah menunggu di Pelabuhan Meulaboh. Tujuannya, agar calon penumpang bisa langsung berangkat ke Labuhan Haji. “Sebab, sesuai jadwal, malam ini (tadi malam-red) sekitar pukul 22.00 WIB, KMP Teluk Sinabang akan berlayar kembali dari Labuhan Haji ke Sinabang,” ungkapnya kepada Serambi, kemarin.

Dijelaskan, cuaca buruk melanda perairan Meulaboh sejak sepekan sebelum Lebaran Idul Fitri dan masih berlangsung hingga saat ini. “Pada pekan terakhir menjelang Lebaran, pelayaran ke Meulaboh juga dialihkan ke Labuhan Haji,” katanya. Selain gelombang tinggi, sebut Desrizal, air di Pelabuhan Meulaboh dalam sepekan terakhir juga sedang beralun. Kondisi itu menyebabkan kapal tak dapat sandar di dermaga tersebut. “Pelabuhan Meulaboh saat ini sangat butuh breakwater (penahan ombak). Sebab, pelabuhan tersebut berada di laut lepas, bukan di wilayah teluk,” katanya.

Desrizal menambahkan, KMP Teluk Sinabang dalam sepekan berlayar 3 kali dari Sinabang ke daratan Aceh. Dari jumlah itu, dua kali tiba ke Meulaboh pada Jumat dan Minggu pagi serta sekali ke Labuhan Haji.

Informasi lain yang diperoleh Serambi dari ASDP, kemarin, pelayaran KMP Labuhan Haji dari Pelabuhan Labuhan Haji tujuan Sinabang sempat molor tujuh jam. Seharusnya, kapal itu berlayar pada Sabtu (8/6) sekitar pukul 22.00 WIB. Tapi, baru dapat berangkat pada Minggu (9/6) sekitar pukul 05.00 WIB. Penundaan itu juga akibat gelombang tinggi. Kapal baru bisa berangkat saat cuaca membaik kembali.

Penjelasan hampir sama juga disampaikan Kepala UPTD Pelabuhan Penyeberangan Kuta Batu, Simeulue Timur, Bambang Haryanono. Meski cuaca buruk melanda perairan Simeulue, kata Bambang, namun kapal penumpang masih tetap beroperasi. Hanya saja jadwalnya disesuaikan dengan kondisi cuaca.

“Jadwal semalam yang seharusnya berangkat dari Simeulue ke Meulaboh, terpaksa dialihkan ke Labuhan Haji. Sebab, alun gelombang tinggi ketika kapal sudah setengah perjalanan,” katanya kepada Serambi, kemarin. Begitu juga KMP lain dari Labuhan Haji ke Simeulue, menurut Bambang, baru diberangkatkan pada pagi hari.

Ditambahkan, pihaknya mendapat informasi tersebut dari nakhoda kapal. “Masih sempat komunikasi dengan nakhoda kapal saat alun gelombang tinggi dan kapal dibelokkan ke Labuhan Haji,” demikian Bambang Haryanono.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya, Rezky P Hartiwi, saat dikonfirmasi Serambi, tadi malam, menyebutkan, tinggi gelombang laut di barat selatan Aceh mencapai 2,5 hingga 4 meter. Karena itu, menurutnya, kapal penumpang atau boat nelayan perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hendak berlayar atau melaut.

Ia memperkirakan, cuaca buruk terutama gelombang tinggi yang disertai angin kencang di Perairan Simeulue, Meulaboh, dan sejumlah kabupaten/kota di barat selatan Aceh masih akan berlangsung hingga tiga hari ke depan. “Kecepatan angin kita perkirakan mencapai 25 kilometer per jam. Jadi, kondisi itu perlu diwaspadai agar terhindar dari kejadian yang tidak kita inggin seperti kapal atau boat tenggelam,” jelas Rezky.

Karena cuaca di laut sedang buruk, ia mengimbau nelayan agar berhati-hati saat melaut sampai kondisinya membaik kembali. Untuk mengetahui perkembangan cuaca baik gelombang laut maupun lainnya, ia mengimbau kapal penyeberangan, kapal-kapal lain, dan boat nelayan untuk melihatnya di situs resmi BMKG. “Langkah ini penting agar pelayaran tetap lancar, terlebih sekarang sedang musim arus balik Lebaran Idul Fitri,” pungkas Rezky P Hartiwi.(riz/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved