PNS KIP Pijay ini Meninggal tak Wajar, Keluarga  Minta Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak keluarga mendesak Polres Pidie untuk mengusut kasus kematian Hery bin Rusli tersebut yang hingga saat ini masih dibalut misteri.

PNS KIP Pijay ini Meninggal tak Wajar, Keluarga  Minta Polisi Lakukan Penyelidikan
Foto Kiriman Warga
Junaidi bersama keluarga memperlihatkan foto almarhum Herry bin Rusli, PNS di lingkungan KIP Pidie Jaya yang sebelumnya meninggal di Krueng Meureudu, Senin (10/6/2019). 

Laporan Idris Ismail | Pidie Jaya 

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Meski telah berjalan 25 hari usia kematian Herry bin Rusli (34),  PNS  di Komisi Independen Pemilihan ( KIPPidie Jaya (Pijay), namun pihak keluarga mencurigai kematiannya akibat dibunuh rekan almarhum pada Kamis (16/5/2019) malam lalu di Krueng Meureudu, persisnya di sekitar perbukitan Lhok Brok.  

Pihak keluarga mendesak Polres Pidie untuk mengusut kasus kematian Hery bin Rusli tersebut yang hingga saat ini masih dibalut misteri. 

"Walaupun sampai hari ini hasil otopsi belum keluar dari RSUZA  Banda Aceh,  namun kami selaku pihak keluarga mendesak penyidik Polres Pidie untuk mengusut kasus kematian Hery yang kami duga dihabisi nyawanya oleh rekannya," sebut Junaidi T Agafar, abang ipar Herry, kepada Serambinews.com,  Senin (10/6/2019). 

Kecurigaan itu berdasarkan fakta saat dilakukan evakuasi di seputaran Krueng Meureudu, dengan kondisi fisik korban ditemukan bercak darah pada dinding batu di sungai.

Selain itu, pada tubuh mayat  almarhum Herry ditemukan beberapa luka.

Seperti luka di bagian kaki kanan, maupun perut, serta luka di kepala. 

Karena itu, pihak keluarga yang berdomisili di  Gampong Ruseb Ara, Kecamatan Jangka,  Bireun ini, menduga Herry bukan meninggal karena tenggelam saat mencari ikan, melainkan karena dibunuh.

kecurigaan lainnya, saat jenazah ditemukan, ketika perutnya ditekan juga tidak keluar air.

 Termasuk saat dinyatakan hilang pada Kamis (16/5/2019), lima rekan Herry yang satu tim tak pernah menyampaikan informasi atas kehilangan, dan baru disampaikan pada keesokan harinya, Jumat (17/5/2019). 

"Pada tubuh almarhum Herry kami melihat luka seperti akibat kontak arus listrik di kaki kanan, dan terdapat lingkar bulat berwarna merah di perut dan di dahinya," jelasnya. 

Menanggapi desakan tersebut,  Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim,  AKP Mahliadi ST MM kepada Serambinews.com,  Senin (10/6/2019) mengatakan,  hingga saat ini penyidik masih menunggu hasil otopsi tim medis RSU ZA Banda Aceh.

Pihak penyidik berharap agar keluarga perlu melakukan pelaporan secara resmi  kembali kepada tim penyidik atas temuan fakta-fakta terhadap beberapa kejanggalan atas kematian yang menurut pihak keluarga, tidak wajar.(*)

Baca: Sore Ini, KPK Umumkan Tersangka Korupsi yang Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Baca: Hadapi Gugatan Pilpres di Mahkamah Konstitusi, KIP Pidie Buka 23 Kotak Suara

Baca: BREAKING NEWS - Mantan Kapolda Metro Jaya Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Makar

Penulis: Idris Ismail
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved