Kasus Laka di RSUZA Turun Drastis

Jumlah pasien korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dirujuk dari RSUD kabupaten/kota

Kasus Laka di RSUZA Turun Drastis
Azharuddin

* Pada Musim Mudik Lebaran 2019

BANDA ACEH - Jumlah pasien korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang dirujuk dari RSUD kabupaten/kota, maupun yang datang diantar keluarga dan polisi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, pada musim mudik Lebaran tahun 2019 ini menurun drastis hingga 400 persen. Musim mudik lebaran tahun lalu RSUZA menangani 199 kasus laka lantas, sedangkan pada tahun ini hanya 49 kasus.

“Kasus laka lantas yang ditangani RSUZA pada musim mudik lebaran tahun ini sebanyak 49 kasus, menurun empat kali lipat dibanding tahun lalu,” ungkap Direktur RSUZA Banda Aceh, Dr dr Azharuddin SpOT K-Spine FICS kepada Serambi, Senin (10/6). Dari jumlah pasien laka itu, paling banyak usia produktif antara 17-59 tahun dengan total 30 orang, usia 1-17 tahun sebanyak 10 orang, dan sisanya 60 tahun ke atas.

Menurut Azharuddin, penurunan kasus kecelakaan lalu lintas pada musim mudik lebaran tahun ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, tingkat kehati-hatian pemudik dalam mengendarai kendaraan bermotornya di jalan raya sudah semakin tinggi. Kehati-hatian pemudik di jalan raya, lanjutnya, didasari oleh ancaman kerugian bagi dirinya seperti ancaman kematian, cacat seumur hidup, patah tulang, dan lainnya. “Makanya pengendara ekstra hati-hati dalam menjalankan kendaraan bermotornya di lintasan jalan raya,” ujar dia.

Kedua, lanjut Azharuddin, menurut laporan dari teman-teman yang melakukan mudik ke lintas pantai timur, tengah, dan barat-selatan Aceh, pada musim mudik tahun ini masyarakat yang menggunakan sepeda motor tidak sebanyak tahun lalu. “Lebih banyak yang menggunakan kendaraan roda empat. Kondisi itu membuat kecelakaan lalu lintas jadi menurun drastis,” kata Azharuddin.

Faktor pendukung lainnya, kata Azharuddin, masa liburan lebaran tahun ini cukup panjang, mulai 1 Juni - 9 Juni 2019, sehingga masyarakat yang mau pulang kampung untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah bersama kelarganya punya waktu yang cukup. “ Mereka atur jadwal mudiknya lebih santai dan tidak buru-buru,” ujar Azharuddin, seraya menyebut kesiapan tim posko pengamanan angkutan tahun 2019 juga lebih baik.

Selain itu, kata Azharuddin, kesiapan petugas medis di setiap Puskesmas dan RSUD yang berada di lintasan jalan raya membuat jumlah pasien rujukan kecelakaan lalu lintas ke RSUZA Banda Aceh jadi menurun. “Jika terjadi kecelakaan lalu lintas, petugas medis yang berjaga di Puskesmas langsung bisa menanganinya, sehingga tidak perlu dirujuk ke RSUZA di Banda Aceh,” jelasnya.

Sementara itu, Ombudsman Republik Indonesia (RI) Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa wilayah di Aceh terhadap fasilitas jalan umum, dan layanan publik saat libur Lebaran Idul Fitri 1440 H. Sidak yang dilakukan serentak seluruh Indonesia ini sudah dimulai sejak 3 Juni hingga 9 Juni 2019.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin dalam siaran pers yang diterima Serambi, Senin (10/6) mengatakan dalam sidak tersebut pihaknya menemukan ada beberapa jembatan yang sudah dibangun namun belum rampung. Akibatnya menimbulkan kemacetan sampai 5 kilometer, khususnya di wilayah Barat Selatan. Selain itu, juga ada beberapa titik badan jalan yang tidak dilengkapi dengan pembatas, sehingga menimbulkan kecelakaan, seperti di Gurutee, Aceh Jaya.

“Temuan tim di lapangan, ada beberapa jembatan di wilayah barat selatan yang belum rampung. Seharusnya proses pengerjaannya dipercepat mengingat mudik lebaran, sehingga tidak terjadi kemacetan parah yang membuat kekecewaan masyarakat,” kata Taqwaddin didampingi Asisten Bidang Pencegahan Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Ilyas Isti.

Ia menambahkan badan jalan juga tidak dilengkapi dengan marka dan pembatas, khususnya pada daerah pegunungan, minimal harus ada pita kejut guna meminimalisir kecelakaan. Pihaknya berharap hal ini dapat menjadi perhatian serius dari pemerintah, baik itu dari pihak Balai Jalan Nasional, pemerintah Aceh, dan pemerintah kabupaten/kota.(her/una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved