Jurnalisme Warga

Menumbuhkan Semangat Sosial di Warung Penulis

SEMANGAT warga Aceh untuk berbagi kebahagiaan sangatlah tinggi. Terlebih pada bulan Ramadhan lalu

Menumbuhkan Semangat Sosial di Warung Penulis
IST
AMIRUDDIN (Abu Teuming), Sekretaris Jenderal Warung Penulis, alumni Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, Aceh Besar, dan Anggota FAMe Banda Aceh, melaporkan dari Jantho, Aceh Besar

OLEH AMIRUDDIN (Abu Teuming), Sekretaris Jenderal Warung Penulis, alumni Dayah Darul Ulum Abu Lueng Ie, Aceh Besar, dan Anggota FAMe Banda Aceh, melaporkan dari Jantho, Aceh Besar

SEMANGAT warga Aceh untuk berbagi kebahagiaan sangatlah tinggi. Terlebih pada bulan Ramadhan lalu yang nilai sedekahnya berlipat ganda. Rasa kepedulian itu ditandai dengan pembagian takjil dan sedekah menu berbuka puasa setiap hari oleh dermawan dan komunitas tertentu.

Selain banyak komunitas yang turun ke jalan, ada pula yang memanfaatkan tempat kediamannya sebagai pondok sosial. Salah satunya adalah apa yang diprakarsai oleh Warung Penulis yang berada di Kecamatan Krueng Barona, Aceh Besar.

Warung Penulis merupakan komunitas yang berdiri tahun 2017 atas inisiatif Hj Siti Rahmah SH, MKn seorang notaris dan Pejabat Pencatat Akta Tanah (PPAT) di wilayah hukum Aceh Besar, meranhgkap Dosen Luar Biasa di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry.

Selain mencintai profesinya, Siti Rahmah juga menyukai dunia literasi. Kesibukannya sebagai dosen, notaris, dan PPAT tidak menghalangi semangatnya untuk berkecimpung dalam dunia literasi. Terbukti dengan lahirnya karya beliau berjudul “Jejak Setapak di Tanah Rencong”. Tiada alasan untuk tidak sempat menulis, kecuali memang tidak mau. “Semua orang bisa menulis, kecuali yang tidak mau,” seperti sering diyakinkan Pembina FAMe, Yarmen Dinamika kepada kami murid-muridnya di dunia literasi, termasuk Hj Siti Rahmah.

Oleh sebab itu, Siti Rahmah berkomitmen mengembangkan komunitas yang dia beri nama Warung Penulis (WP).

WP tidak mendidik orang hebat agar mampu menjadi penulis hebat. Tetapi berupaya mengajarkan anggotanya mulai dari nol. Persis seperti siswa sekolah dasar (SD), belajar membaca dengan mengeja, dan belajar menulis rapi sehingga tidak perlu ada typo. Memang, mendidik siswa SD tidak sama dengan mengajar mahasiswa. Tugas pendidik terlalu berat dan wajib memiliki tinggi kesabaran total.

Saat ini, WP memiliki banyak anggota tetap. Saban hari anggotanya terus bertambah, terlebih pada Ramadhan yang lalu. Mereka siap memajukan dunia literasi meski kemampuanya ala kadar.

Pada Ramadhan lalu, WP mencetuskan program “Ramadhan Mengaji”. Sebuah program yang mengajak para pencinta Alquran, atau bahkan yang jauh dari Alquran, untuk meluangkan waktu membaca Alquran. Literasi yang dibangun WP bukan semata mengajak orang agar menulis setiap hal yang patut ditulis, atau membuat orang termotivasi membaca buku dan artikel, tetapi lebih dari itu, mengajak pecinta literasi dan pembaca buku yang lahap agar tertarik membaca Alquran.

Membaca banyak buku itu baik. Membaca banyak buku, tapi tidak membaca Alquran itu hal yang buruk. Oleh karenanya, WP ingin membuat keseimbangan dunia literasi. Literasi yang tiada bosan pada buku juga cinta mati kepada Alquran.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved