PKS Diminta Beli Sawit Sesuai Harga Ditetapkan Provinsi

Pabrik kelapa sawit (PKS) diminta untuk membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani

PKS Diminta Beli Sawit Sesuai Harga Ditetapkan Provinsi
IST
AZANUDDIN KURNIA,Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh

BANDA ACEH - Pabrik kelapa sawit (PKS) diminta untuk membeli tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani sesuai dengan harga yang ditetapkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh. Permintaan tersebut disampaikan Kadistanbun Aceh, A Hanan SP MM, melalui Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Azanuddin Kurnia SP MP, menanggapi penjualan dan pembelian TBS sebelum dan sesudah Idul Fitri 1440 Hijriah pada tingkat petani dan pedagang pengumpul masih jauh dari harga yang ditetapkan provinsi.

“Kita sudah berusaha untuk menstabilkan harga TBS melalui keputusan penetapan harga oleh tim Provinsi setiap sebulan sekali. Turunnya harga TBS jauh dari harga ketetapan provinsi membuat pendapatan petani sawit menurun. Ini sangat kita sayangkan. Karena itu, mari kita berusaha membangun perkebunan dengan memberikan harga yang layak kepada petani,” ungkap Azanuddin didampingi Kasi Pemasaran Distanbun Aceh, Ir Nurlela MT, kepada Serambi, kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Azan ini, petani merupakan salah satu komponen bangsa yang ikut membangun negeri ini. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk memberi apresiasi terhadap berbagai upaya mereka dengan cara antara lain membeli hasil tani dengan harga yang layak dan sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Azan juga meminta pedagang pengumpul dan semua pihak yang terlibat dalam rantai pemasaran TBS agar tak hanya mengejar keuntungan semata dengan mengorbankan petani. “Semua pihak harus mendapat keuntungan yang layak dan wajar pada setiap tingkatan pemasaran,” ujar Azan.

Menurutnya, bagaimana petani bisa sejahtera jika harga jual komoditas yang mereka hasilkan tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan. “Kepada PKS yang sudah membeli TBS petani sesuai harga yang ditetapkan provinsi, kami beri apresiasi, dan bagi yang belum agar mengikuti harga tersebut,” harap Azanuddin Kurnia.

Sementara Nurlela meminta dinas terkait di kabupaten/kota untuk mengawasi harga TBS di lapangan. Selain pengawasan untuk jangka menengah dan panjang, ia juga meminta pemerintah kabupaten/kota dapat memfasilitasi terbentuknya kemitraan antara kelompok tani/koperasi/desa dengan PKS. Sehingga ke depan petani bisa menjual langsung TBS ke PKS.

“Kami beri apresiasi kepada kabupaten/kota seperti Subulussalam yang sudah rutin melakukan pengawasan di lapangan dan memfasilitasi kemitraan. Kami mengimbau daerah lain juga dapat melakukan hal yang sama,” harap Nurlela.

Ia juga meminta PKS dapat membina dan mendampingi pedagang pengumpul agar mereka ikut bertanggung jawab menstabilkan harga TBS, termasuk melaksanakan kemitraan dengan warga sekitar seperti yang diharapkan. “Kepada petani kami minta untuk meningkatkan kualitas hasil panen TBS,” pungkas Nurlela.(jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved