17 Napi Lapas Banda Aceh Dipindah Ke Nusakambangan, Ini Alasannnya

Ke-17 napi itu, diterbanggkan pada 30 Mei lalu atau sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah

17 Napi Lapas Banda Aceh Dipindah Ke Nusakambangan, Ini Alasannnya
SERAMBI/M ANSHAR
Foto ilustrasi - Petugas mengamankan seorang napi yang baru ditangkap ke Lapas Klas II A Banda Aceh, Jumat (30/11/2018). Hingga pukul 17.35 sore kemarin. 

17 Napi Lapas Banda Aceh Dipindah Ke Nusakambangan, Ini Alasannnya

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 17 narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Banda Aceh yang sebelumnya sempat dipindah ke rutan Polda Aceh, akhirnya dipindah lagi ke Lapas Nusakambangan, Jawa Tengah.

Ke-17 napi itu, diterbanggkan pada 30 Mei lalu atau sebelum Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv PAS) Kanwil Kemenkumham Aceh, Meurah Budiman, yang dikonfirmasi Serambinews.com, Selasa (11/6/2019) membenarkan hal itu.

Baca: Mengenai Kepala Rutan Sigli Dicopot, Begini Penjelasan Kanwil Kemenkumham Aceh

Menurutnya, mereka terpaksa dipindah ke sana, lantaran disinyalir akan membuat keributan di dalam Lapas Banda Aceh dengan tujuan ingin kabur atau melarikan diri.

"Iya ke-17 napi itu sudah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan pada 30 Mei," katanya.

Meurah mengatakan, hasil deteksi dini keamanan lapas oleh Kalapas Banda Aceh, diindikasikan mereka akan melakukan gangguan keamanan lapas.

Bahkan kata Meurah, pihak lapas sebelumnya berhasil mencegah tiga kali upaya perencanaan kekacauan yang akan dilakukan oleh para napi dimaksud.

Baca: In Memoriam Morenk Beladroe: Seniman Ide Radikal dan Logo Falsafah Aceh-Jawa

"Sesuai laporan kalapas dan hasil deteksi dini keamanan dalam lapas, ada indikasi mereka akan melakukan gangguan kamtib. Namun berhasil dicegah dari tiga kali perencanaan sejak jelang Ramadhan," kata Meurah Budiman.

Lantas apakah ke-17 napi itu memang semuanya berusaha untuk membuat kekacauan dalam lapas atau hanya empat napi yang disebut-sebut napi kelas kakap karena menerima hukuman mati.

Menurut Meurah, pihaknya tidak melihat siapa, tapi dari hasil deteksi dini, ke-17 napi itu memang sudah mulai mengajak dan menggerakkan massa untuk melakukan hal tersebut, seperti yang pernah terjadi beberapa kali di Lapas Banda Aceh sebelumnya.

"Kita tidak bisa memastikan 4 atau 17 napi yang melakukannya. Tapi dari 17 itu sudah mulai mengajak orang lain untuk membuat kekacauan, pengerahan massa lah, informasinya begitu. Kalau kita lihat memang, gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga, ulah dua tiga orang, yang lain jadi korban," kata Meurah Budiman. (*)

Baca: Ini Jumlah Bangunan yang Rusak di Aceh Utara Setelah Diterpa Angin Puting Beliung

Penulis: Subur Dani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved