Abdya Dapat Retribusi Rp 14,5 Juta

Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengumpulkan retribusi pemotongan

Abdya Dapat Retribusi Rp 14,5 Juta
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Warga Kabupaten Abdya dalam jumlah besar memadati lokasi penyembelihan hewan ternak meugang di bantaran Sungai (Krueng) Beukah, Kecamatan Blangpidie untuk membeli daging pada hari meugang menyambut Idul Fitri 1438 H/2017 M yang dilaksanakan, Sabtu (24/6/2017). 

* Pungutan dari Pemotongan Ternak Meugang

BLANGPIDIE - Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mengumpulkan retribusi pemotongan ternak kerbau dan sapi pada hari meugang Idul Fitri 1440 H/2019 M sebesar Rp 14.520.000. Tapi, ternak yang disebembelih di lokasi yang tidak ditetapkan tidak bisa dipungut restribusi, termasuk ternak yang disembelih pada H-1 hari meugang.

Kepala Distanpan Abdya, drh Nasruddin melalui Kabid Peternakan, Laili Suhairi yang dihubungi Serambi, Selasa (11/6), menjelaskan, jumlah ternak yang dipotong pedagang pada hari meugang, Selasa (4/6), berjumlah 121 ekor. Ternak kerbau dan sapi tersebut disembelih di tiga lokasi yang telah ditetapkan, yaitu di Bantaran Krueng Beukah (RPH Blangpidie) Desa Keude Siblah, Blangpidie, sebanyak 76 ekor, terdiri atas 56 ekor kerbau dan 19 ekor sapi. Untuk ini diperoleh retribusi Rp 9.000.000.

Lokasi lapangan Teungku Peukan Desa Seuneulop, Manggeng 36 ekor terdiri atas 30 ternak kerbau dan 6 ternak sapi, diperoleh retribusi 4.320.000. Kemudian, lokasi Tanjong Bunga, Kecamatan Tangan-Tangan disembelih 10 ekor ternak, terdiri 9 ternak kerbau dan 1 ternak sapi didapat retribusi Rp 1.200.000.

Dari jumlah 121 ternak kerbau dan sapi yang disembelih di tiga lokasi tersebut, menurut Laili Suhairi, berhasil dikumpulkan restribusi sejumlah Rp 14.520.000.

“Retribusi dari pemotongan ternak sebesar Rp 14.520.000 disetor sebagai PAD (pendapatan asli daerah) oleh Distanpan Abdya,” katanya. Retribusi pemotongan dipungut sebesar Rp 120.000 per ekor ternak yang disembelih sebagaimana diatur dalam Qanun Kabupaten Abdya Nomor 11 Tahun 2013.

Kabid Perternakan, Laili Suhairi lebih lanjut menjelaskan, setiap ternak yang disembelih pada hari meugang Ramadhan, meugang Idul Fitri, dan meugang Idul Adha, terlebih dahulu diperiksa kesehatannya di RPH (Rumah Potong Hewan) Blangpidie berlokasi di bantaran aliran Sungai Krueng Beukah.

Ternak yang lulus uji kesehatan diberikan surat KIR, sehingga bisa dilakukan penyembelihan, kemudian dipungut retribusi Rp 120.000 per ternak. Pemeriksaan kesehatan terhadap ternak yang disembelih dikatakan sangat penting untuk menentukan apakah ternak tersebut dapat disembelih atau tidak. Sebab, ternak betina yang masih produktif serta ternak betina yang sedang bunting tidak boleh disembelih. Demikian juga ternak yang menderita penyakit tertentu karena dagingnya tidak aman dikonsumsi.

Laili Suhairi mengakui masih ada sejumlah ternak kerbau dan sapi yang disembelih pada meugang Idul Fitri tahun ini tidak bisa dipungut retribusi. Pasalnya, ternak tersebut disembelih di lokasi yang tidak ditetapkan atau di luar lokasi yang disepakati sebagai lokasi penyembelih ternak dan ternak yang dipotong pada H-1 hari meugang.

Ternak yang tidak bisa dipungut retribusi antara lain penyembelihannya di lokasi Padang Sikabu, Kecamatan Kuala Batee, dan di bantaran Krueng Babahrot, Kecamatan Babahrot. Dua lokasi ini memang belum ditetapkan atau belum disepakati sebagai lokasi penyembelihan ternak kebutuhan daging meugang. “Ke depan kita bawa dalam rapat agar lokasi Padang Sikabu dan bantaran Krueng Babahrot juga ditetapkan sebagai lokasi penyembelihan ternak hari meugang, sehingga bisa dipungut retribusi,” kata Laili.

Sementara itu, keterangan diperoleh Serambi bahwa sebagian besar pedagang yang menyembelih ternak kebutuhan daging meugang 1440 H menyambut Idul Fitri tahun ini mengalami kerugian.

Sebab, harga daging pada hari meugang yang jatuh pada Selasa (4/6) lalu, dimana awalnya melambung berkisar antara Rp 180.000 sampai menyentuh Rp 200.000 per kilogram (kg), kemudian pada siang hari turun menjadi Rp 100.000 per kg.

Kabid Perternakan, Laili Suhairi membenarkan harga daging pada meugang Idul Fitri kali ini jatuh sampai Rp 100.000 per kg, sehingga banyak pedagang yang rugi. Penyebabnya, diperkirakan ada beberapa pedagang menyembelih ternak lebih awal atau pada h-1 meugang, antara lain ternak yang disembelih di Keude Paya dan Jalan Manyang, Kecamatan Blangpidie, serta beberapa lokasi di kecamatan-kecamatan.

Kemudian, masyarakat sudah cerdas memantau kondisi pasar pada hari meugang. Bila masyarakat butuh daging sekitar 4 kg, maka yang dibeli pertama hanya 1 atau 2 kg, kemudian melihat kondisi pasar. “Bila permintaan berkurang, sementara persediaan daging masih banyak, maka harga akan turun. Inilah yang terjadi pada meugang Idul Fitri tahun ini. Ternyata harga daging semula mencapai kisaran Rp 180.000 sampai Rp 200.000 per kg, ternyata turun menjadi Rp 100.000 per kg,” kata Laili Suhairi.(nun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved