Empat Saksi Beri Keterangan pada Sidang Lanjutan Perkara Calo CPNS di Pijay

Dari keterangan ada empat saksi lagi yang belum hadir sehingga mereka ini dapat dihadirkan dalam sidang berikutnya Rabu.

Empat Saksi Beri Keterangan pada Sidang Lanjutan Perkara Calo CPNS di Pijay
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Empat dari lima saksi disumpah dalam persidangan lanjutan Calo CPNS di Pengadilan Negeri Pidie Jaya, Rabu (12/6/2019). 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Empat saksi tidak hadir dalam sidang lanjutan calo CPNS Aceh asal Pijay, Maimun Musa alias Maimun Raja Pante, Rabu (12/6/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya (Pijay).

Dalam sidang kelima kali ini dengan agenda pemeriksaan saksi hanya dihadiri oleh lima saksi dengan majelis hakim M Jamil SH, Deny Syahputra SH MH, dan Nurul Hikmah SH MH.

Selain itu juga turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aulia SH serta enam saksi dan sekaligus terdakwa, Maimun Raja Pante didampingi kuasa hukum Helman Madewa SH.

Adapun kelima saksi yang dihadirkan yakni Nazaruddin Nurdin, Anita Selfitri Nirdin, Nazaruddin Abdullah, Heriawan Syahputra Nurdin, dan Isra Saputra Amri Syamaun.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Pijay Aulia SH kepada Serambinews.com, Rabu (12/6/2019) usai persidangan mengatakan, bahwa agenda sidang untuk pekan depan masih dalam tahap pemeriksaan saksi yang tidak hadir.

"Dari keterangan ada empat saksi lagi yang belum hadir sehingga mereka ini dapat dihadirkan dalam sidang berikutnya Rabu," jelasnya.

Baca: Usut Kerusuhan 21-22 Mei, Komnas HAM Tegaskan tak Terlibat Dalam Tim Investigasi Polri

Baca: Dilantik Jadi Sekjen DPD RI Reydonnyzar Moenek: Saya tak Bisa Lupakan Aceh

Baca: Mantan KSAD George Toisutta Meninggal Dunia, Almarhum Dikenal Sosok yang Suka Bersedekah ke Mushala

Keempat saksi yang akan dihadirkan dalam sidang lanjutan yaitu Riza Fahlevi A Rainy, Muhammad Sabik SH MH, Abdul Hadi, Amrul Razi Bayu Nasir Yunus, dan Hendra Darmawan Murdeli.

Dalam prosesi sidang itu, kelima saksi turut disumpah dan selanjutnya dimintai keterangan.

Dari keterangan saksi Selfitri disebutkan bahwa sejak awal Juli 2017 adanya penerimaan CPNS di Pemrov Aceh melalui jalur khusus sehingga pada akhir 2017 mengikuti ujian formalitas di blBanda Aceh bersama 18 peserta lainnya.

"Selanjutnya beberapa bulan kemudian diserahkan SK yang bukan asli di Hotel 88 Lamdingin Banda Aceh dan dilanjutkan dengan pengukuran baju sekaligus penyerahan uang kepengurusan," sebut Anita Selfitri Nurdin di hadapan majelis hakim.

Demikian juga halnya dengan saksi lainnya juga mengungkapkan sejumlah keterangan terkait dengan penipuan calo CPNS tersebut. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved