Breaking News:

Heboh, Video Mualem Klarifikasi Pernyataan Soal Referendum Aceh, Tegaskan Tuntaskan MoU Helsinki

Keempat, hal-hal lain yang menurut saya belum sesuai pasca MoU Helsinki akan saya buat surat tersendiri guna menuntaskan semua butir-butir MoU Helsink

DOK SERAMBINEWS.COM
Mantan Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf menanggapi pernyataan tentang Aceh sebagai provinsi garis keras yang disampaikan mantan ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. 

Meski begitu, Mualem menyampaikan wacana referendum karena sebenarnya menginginkan Pemerintah Pusat untuk segera menuntaskan butir-butir MoU Helsinki.

"Mengapa kita bilang referendum, sebenarnya bergaining kita adalah agar butir-butir MoU Helsinki dituntaskan. Makanya dalam point keempat itu kita arahkan kepada MoU," katanya.

Wacana referendum kata Mualem, adalah barter agar pusat tidak mengabaikan penjanjian dan kesepakatan dalam MoU Helsiniki antara Republik Indonesia dengan GAM.

"Kita tidak menarik (pernyataan referendum). Kita hanya barter dari referendum untuk menyelesaikan MoU. Kan kita katakan referendum karena MoU diasingkan, diabaikan tidak ada realisasi untuk menyelesaikannya," kata Mualem.

Lantas bagaimana jika ke depan banyak poin dalam MoU Helsinki tidak juga dituntaskan?
"Ya mungkin bukan referendum lagi, mungkin total merdeka, Aceh minta merdeka, keluar saja dari NKRI. Kalau MoU tidak diindahkan kami bukan referendum lagi, mungkin minta merdeka langsung," ujarnya.

Namun, Mualem menyadari bahwa saat ini, Aceh sudah aman dan damai.

Pihaknya juga menginginkan kondisi ini terus bertahan, damai yang telah terwujud agar terus dirawat.

Oleh karena itu, mantan Wakil Gubernur Aceh ini meminta pusat merealisasikan semua butir-butir MoU Helsinki.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved