Ini Penjelasan KPK Soal Pemanggilan Prof Farid Wajdi Terkait Kasus Suap Ketum PPP

Surat panggilan dari KPK untuk Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA sebagai saksi dalam kasus suap Ketua PPP, Romahurmuziy, beredar luas di Aceh,

Ini Penjelasan KPK Soal Pemanggilan Prof Farid Wajdi Terkait Kasus Suap Ketum PPP
Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Surat panggilan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk Prof Dr Farid Wajdi Ibrahim MA sebagai saksi dalam kasus suap Ketua PPP, Romahurmuziy, beredar luas di Aceh, sejak Selasa (11/6/2019) malam.

Seperti diberitakan sebelumnya, surat bernomor Nomor Spgl/3470/DIK.01.00/23/05/2019 itu meminta mantan Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh tersebut untuk menghadap penyidik KPK di kantor KPK di Jakarta Selatan, Selasa 18 Juni mendatang.

Baca: KPK Panggil Mantan Rektor UIN Ar-Raniry Prof Farid Wajdi Terkait Kasus Suap Ketum PPP

Baca: Soal OTT Ketum PPP Romahurmuziy, Ini Tanggapan Para Tokoh: Andi Arief Singgung TKN

Baca: AA Gym dan UAS Beri Tanggapan soal Sikapnya di Pilpres, Beredar Broadcast Ketum PPP Maksa

Farid dipanggil untuk didengar keterangan sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, yaitu menerima hadiah atau janji terkait seleksi pada Kementerian Agama RI tahun 2018-2019 yang diduga dilakukan oleh tersangka Muchammad Romahurmuziy selaku anggota DPR RI 2014-2019.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah yang dikonfirmasi Serambinews.com membenarkan pemanggilan Prof Farid Wajdi Ibrahim yang juga Guru Besar UIN Ar-Raniry itu.

"Benar, itu panggilan sebagai saksi dari KPK," tulis Febri membalas pesan Whatsapp Serambinews.com.

Febri menjelaskan sama seperti apa yang tertulis dalam surat panggilan tersebut. Bahwa Farid Wajdi Ibrahim dipanggil untuk keperluan penyidikan kasus suap Ketua PPP itu.

"Dipanggil sebagai saksi dari KPK dalam proses penyidikan yang sedang berjalan untuk tersangka Romahurmuziy," jelas Febri Diansyah. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved