ISMI Aceh Gelar Rapat Konsolidasi, Bahas Rencana Kerja hingga Prospek Gula Sawit

Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Cabang Aceh menggelar rapat konsolidasi perdana yang diikuti seluruh pengurus di T36 Caffee Taman Sari.

ISMI Aceh Gelar Rapat Konsolidasi, Bahas Rencana Kerja hingga Prospek Gula Sawit
IST
KABID Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia (kanan), menyerahkan gula sawit yang diproduksi petani Aceh Tamiang kepada Sekretaris Dirjenbun, Antarjo Dikin, disaksikan sejumlah pejabat pusat di The Margo Hotel Depok, Jawa Barat, Selasa (28/5). 

Laporan Eddy Fitriady | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Cabang Aceh menggelar rapat konsolidasi perdana yang diikuti seluruh pengurus di T36 Caffee Taman Sari Banda Aceh, Selasa kemarin.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat  organisasi, merancang jadwal dan materi rapat kerja, rencana audiensi dengan pemerintah dan stakeholder, serta hal strategis lainnya seperti prospek gula sawit.

Hal itu diungkapkan Ketua ISMI Aceh, Nurchalis SP MSi sebagaimana dalam rilis yang diterima Serambinews.com, Rabu (12/6/2019). Dia mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan memperkenalkan ISMI kepada Pemerintah Aceh, dunia usaha, masyarakat, dan stakeholder lainnya.

“Kami akan berusaha ikut membangun negeri ini dengan mengumpulkan saudagar Aceh dan mengikutsertakan mereka dalam satu visi,” ujarnya.

ISMI Aceh, lanjut Nurchalis, mendukung program-program pemerintah Aceh yang memperkuat dan mendorong produk lokal agar bisa terus berkembang.

Disebutkan, ada banyak kerajinan tangan seperti souvenir khas Aceh, kuliner, produk pertanian, perkebunan, perikanan, bahkan pariwisata islami yang bisa ditingkatkan lagi.

“Semua itu harus bisa memperkuat ekonomi umat,” jelas mantan Kepala Biro Pembangunan Setda Aceh tersebut.

Baca: Sabyan Gambus Luncurkan Album Bismillah, Rampungkan Rekaman 10 Lagu dalam Satu Minggu

Baca: Gadis Amerika Memeluk Islam Karena Bismillah

Baca: Gula Sawit Aceh ke Even Nasional

Untuk itu, pada pertemuan perdana, pihaknya mengundang Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia SP MP, untuk berbagi informasi tentang gula sawit.

“Kami mengetahui bahwa beliau saat ini sedang mengembangkan pembuatan gula sawit dari hasil replanting sawit. Ide-ide yang sedang dijalankannya perlu kita apresiasi dan dukung,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Distanbun Aceh, Azanuddin Kurnia menyampaikan bahwa limbah batang sawit masih bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan rupiah.

“Penghasilan yang didapat bisa sampai Rp 60-200 juta per hektare per 2 bulan. Tergantung dari banyaknya nira yang didapat dan harga jualnya,” kata Azan.

Menurutnya, pengolahan gula sawit merupakan alternatif ekonomi baru terutama bagi petani sawit yang akan melakukan peremajaan sawitnya. (*) 

Penulis: Eddy Fitriadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved