Keuchik Resah Atas Surat Permintaan Dana Gampong untuk Peringatan Tsunami. Ini Tanggapan Wabup Pidie

Sejumlah keuchik di-15 gampong di Kecamatan Kota Sigli resah, seiring beredarnya surat dari Camat Kota Sigli....

Keuchik Resah Atas Surat Permintaan Dana Gampong untuk Peringatan Tsunami. Ini Tanggapan Wabup Pidie
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NAZAR
Salah seorang pegawai Kantor Camat Kota Sigli, Pidie, Rabu (12/6/2019), memegang surat yang diedarkan kepada keuchik terkait permintaan dana gampong untuk peringatan tsunami. 

Keuchik Galau Beredarnya Surat Permintaan Dana Gampong untuk Peringatan Tsunami. Begini Tanggapan Wabup Pidie

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

 

SERAMBINEWS.COM, SIGLI- Sejumlah keuchik di-15 gampong di Kecamatan Kota Sigli resah, seiring beredarnya surat dari Camat Kota Sigli.

Surat tersebut berisi permintaan dana gampong Rp 10 juta per gampong, untuk kegiatan peringatan tsunami yang dihelat pada Desember 2019.

Peringatan tsunami yang merupakan hajatan Pemerintah Aceh ke-15 dipilih Kabupaten Pidie, mengingat kabupaten itu terkena dampak sangat besar akibat terjangan gelombang tsunami 26 Desember 2004.

"Surat yang ditandatangani Camat Sigli pada tanggal 6 Mei 2019, telah membuat keuchik di Kecamatan Kota Sigli resah. Surat tersebut meminta keuchik menganggarkan dana gampong Rp 10 juta, untuk menyukseskan peringatan tsunami," sebut Muharramsyah seorang pengacara di Pidie via WhatsApp kepada Serambinews.com, Rabu (12/6/2019).

Menurutnya, anggaran dana gampong tidak boleh digunakan untuk kegiatan peringatan tsunami, mengingat kegiatan tersebut merupakan hajatan Pemerintah Aceh. 

Anggaran untuk peringatan tsunami telah dianggarkan Pemprov Aceh. Jika pun harus adanya dana sharing, jelas Muharram, maka dana sharingnya bersumber dari APBK dan bukan membebankan kepada APBG. 

" Jika dana itu anggarkan  Rp 10 juta, maka bagaimana pertanggung jawabannya. Sebab, apa dasar hukum memplotkan dana untuk peringatan tsunami. Kecuali, jika adanya perbup atau instruksi bupati," tegasnya.

Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah TM Daud ST, kepada Serambinews.com, Rabu (12/6/2019) mengatakan, pihaknya pernah menggelar rapat untuk persiapan peringatan tsunami. Dalam rapat tersebut tidak pernah membicarakan dana gampong untuk digunakan menyukseskan peringatan tsunami.

Baca: RS Meuraxa FC Bungkam Satpol PP FC

Baca: Tujuh Pelanggaran Pemilu Dihentikan, Berikut Penjelasan Panwaslih Pidie

Baca: Tiga Pengusaha Bersaing Sebagai Ketua Kadin Aceh, Ini Ketiga Calon Kandidat

 " Saya heran juga kok adanya surat dari Camat Kota Sigli meminta dana gampong Rp 10 juta. Saya akan pelajarinya surat tersebut. Kita tidak boleh meminta dana gampong untuk peringatan tsunami," tegasnya.

Apalagi, kata Wabup Fadhlullah, peringatan tsunami merupakan kegiatan Pemerintah Provinsi Aceh, tentunya telah disediakan dana. 

" Kita pusatkan peringatan tsunami di Pidie, karena Pidie sangat besar terkena gelombang dasyat tsunami. Maka, semua pihak mendukung supaya peringatan tsunami meriah di Pidie," ujarnya. (*)

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved