Opini

Merajut Silaturahim di Idul Fitri

Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan)

Merajut Silaturahim di Idul Fitri
IST
Dr. Murni, S.Pd,I, M.Pd , Wakil Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh

Oleh Dr. Murni, S.Pd,I, M.Pd , Wakil Ketua STAI Tgk Chik Pante Kulu, Banda Aceh

Allah swt berfirman,”Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10).

Alhamdulillah setelah berpuasa sebulan penuh, tibalah hari yang ditunggu-tunggu penuh dengan kebahagiaan yang jatuh pada Rabu 1 Syawal 1440 H, bertepatan dengan tanggal 5 Juni 2019 M. Seluruh umat muslimin dan muslimat di seluruh penjuru dunia dari pelosok-pelosok desa dan kota baik yang tua maupun muda semuanya berbondong-bondong menuju masjid dan lapangan untuk melaksanakan shalat Idul Fitri.

Keutamaan silaturahim
Hari raya Idul Fitri selalu dijadikan momentum oleh kaum muslimin untuk saling berkunjung, bersilaturahim, bersalam-salaman dengan abu chik, mi chik, abu, ummi, anak saudara, kerabat, handai tolan, tetangga, guru, teman-teman untuk saling meminta maaf dan memaafkan kesalahan.

Selanjutnya melupakan segala ganjalan yang kemungkinan ada dalam hati, merajut kembali tali persaudaraan yang pernah kusut di antara mereka, baik antara kakak dan adik, atau di antara menantu dan mertua. Intinya membangun kembali keharmonisan yang pernah terusik, mempertebal kembali rasa kebersamaan yang pernah luntur dengan mempererat silaturrahim antar sesama.

Silaturahim bukan hanya sekadar berjabatan tangan atau memohon maaf semata, akan tetapi silaturahim memiliki makna yang lebih hakiki. Silaturahim memiliki aspek mental dan keluasan hati sesuai dengan asal kata dari silaturahim itu sendiri, kata shilah yang berarti menyambungkan atau menghimpun, dan ar-Rahiim yang berarti kasih sayang.

Maka silaturahim pada saat lebaran ini adalah sarana untuk menyambung kembali hubungan antara sanak saudara dan mengeratkannya, menghimpun kembali keterserakan antara keluarga dan tetangga yang sempat tidak harmonis untuk kembali bersatu dan utuh dalam suasana yang lebih indah serta saling sayang menyayangi.

Silaturahim adalah kunci terbukanya rahmat, keberkahan umur, rezeki serta pertolongan Allah swt. Seperti dalam satu hadits Rasulullah saw bersabda, “Barang siapa menginginkan untuk diluaskan rizkinya serta dipanjangkan usianya; hendaklah ia menjalin silaturrahim.”(HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu dengan terpeliharanya silaturahim, maka ukhuwah islamiyah akan terjalin dengan baik. Bagaimana pun besarnya umat Islam secara kuantitatif, sama sekali tidak akan ada artinya apabila di dalamnya tidak ada persatuan yang kokoh dan kerja sama yang baik untuk menyelesaikan permasalahan umat dan bersama-sama menaati perintah Allah swt.

Hidup ini tidak akan merasakan ketenangan dan mendapatkan keberkahan jika silaturahim terputus, karena dengan terputusnya silaturahim, di dalam hati seseorang tersimpan kebenciaan dan rasa permusuhan. Apabila dalam suatu lingkungan masyarakat ada orang-orang yang sudah tidak saling tegur sapa, saling menjauhi, saling membelakangi, saling menggunjing dan memfitnah, maka rahmat Allah akan semakin jauh dari masyarakat seperti ini.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved