Polres Pidie akan Ungkap Misteri Meninggalnya PNS KIP Pijay 

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com

Polres Pidie akan Ungkap Misteri  Meninggalnya PNS KIP Pijay 
For serambinews.com
Almarhum Herry bin Rusli

Laporan Idris Ismail | Meureudu

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Polres Pidie akan mengungkap misteri penyebab meninggalnya PNS Komisi Independen Pemilihan (KIP) Pidie Jaya (Pijay), Herry bin Rusli (34) di Krueng Meureudu, Sabtu, 18 Mei 2019, namun hingga kini pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh dan Laboratorium Kriminal (Labkrim) Medan, Sumatera Utara.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK melalui Kasat Reskrim AKP Mahliadi ST MM, menyampaikan hal ini kepada Serambinews.com, Rabu (12/6/2019).

Baca: Suriah Tembak Jatuh Rudal Israel, Serang Dua Posisi Hezbollah

Selain itu, menurut Mahliadi, pihaknya juga memintai keterangan abang ipar korban, Junaidi T Agafar dan abang kandung korban bernama Riza Mahfud Rusli. 

Pasalnya, kata Mahliadi pernyataan abang ipar almarhum yang menyatakan korban diduga meninggal karena dibunuh seperti diungkap kepada media massa beberapa hari lalu adalah sebatas perkiraan dari pemikirannya saja, bukan berdasarkan fakta dari hasil autopsi.

"Begitu pun, kami harus memintai keterangan Junaidi T Agafar," kata Mahliadi. 

Baca: Densus 88 Tangkap 6 Terduga Teroris Terkait Kelompok Abu Hamzah, Pernah Latihan Militer di Aceh

Sedangkan pihaknya, kata Mahliadi belum bisa menyatakan penyebab meninggalnya korban jika belum adanya hasil autopsi itu, melainkan harus menunggu hasil autopsi tersebut, sehingga hasil yang mereka sampaikan nanti sesuai fakta riil berdasarkan hasil autopsi tersebut, termasuk pengkajian riwayat penyakit almarhum. 

"Jadi, dalam hal ini kami lebih berhati-hati apalagi menyangkut dengan hal nyawa manusia, sehingga tidak membingungkan publik," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Herry meninggal, Sabtu, 18 Mei 2019. Pihak keluarga korban menduga Herry dibunuh temannya. Hal ini sesuai fakta yang mereka temukan saat mengevakuasi jenazah Herry dari kawasan Krueng Meureudu beberapa waktu lalu, yakni kaki kanan, perut, dan kepala korban luka.

Baca: Usut Kerusuhan 21-22 Mei, Komnas HAM Tegaskan tak Terlibat Dalam Tim Investigasi Polri

Herry hilang di Krueng Meureudu di seputaran perbukitan Lhok Brok Gampong Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Pijay, saat mencari ikan bersama temannya-temanya, Kamis (16/5/2019).

Dua hari kemudian, atau tepatnya pada Sabtu (18/5/2019) sekira pukul 09.40 WIB, Herry ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar 500 meter dari lokasi ia menghilang. (*)

Penulis: Idris Ismail
Editor: Mursal Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved