Rencananya Dijual Paling Murah 30 Juta Yen, Mobil Terbang Jepang Diperkirakan Bisa Digunakan 2030

Kapan kira-kira mobil terbang itu bisa digunakan masyarakat, diperkirakan Nakai secepatnya tahun 2030.

Rencananya Dijual Paling Murah 30 Juta Yen, Mobil Terbang Jepang Diperkirakan Bisa Digunakan 2030
Istimewa
Sketsa gambar mobil terbang yang sedang dibuat Tetra Aviation Corporation Jepang. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo di Jepang

SERAMBINEWS.COM, TOKYO - Saat ini ada 7 perusahaan besar Jepang sedang membuat mobil terbang. Namun semua masih menjadi pertanyaan kapan kira-kira mobil tersebut bisa digunakan masyarakat.

"Kalau sebagai mobil konsep memang sudah banyak yang membuatnya termasuk kami. Bahkan September nanti rencana uji coba di Fukushima," kata Tasuku Nakai, CEO Tetra Aviation Corporation yang memiliki proyek membuat mobil terbang yang hanya memuat satu orang pengendara saja.

Kapan kira-kira mobil terbang itu bisa digunakan masyarakat, diperkirakan Nakai secepatnya tahun 2030.

Baca: Hasil Lengkap Kualifikasi Piala Eropa - Jerman, Italia, dan Belgia Menang, Turki Tumbang di Islandia

Baca: Lionel Messi Jadi Atlet Berpenghasilan Tertinggi di Dunia, Kalahkan Cristiano Ronaldo dan Neymar

"Namun sebelum tahun 2030 mungkin sudah mulai digunakan pula terutama untuk persiapan operasional masyarakat umum. Misalnya untuk polisi mobil terbang. Bisa muncul car chase mungkin ya di udara nantinya, oleh polisi mengejar pengendara umum," kata dia.

Nakai mengakui sejak kecil ingin membuat roket. Namun karena tidak mudah dia beralih ke pembuatan mobil terbang.

"Saya fokus kepada transportasi perpindahan orang yang lebih cepat lagi, itu perhatian saya. Jadi mobil terbang itu mewakili impian saya agar kita bisa cepat sampai ke suatu lokasi tujuan," ujarnya.

Tasuku Nakai, CEO Tetra Aviation Corporation (Istimewa)

Berbagai persiapan dibutuhkan untuk bisa mencapai taraf penggunaan mobil terbang di Jepang oleh masyarakat umum.

"Hukumnya harus dibentuk jelas dan rinci. Untuk itu butuh pengertian dari masyarakat, menerima hal ini agar bisa dioperasikan dengan baik. Lihat saja drone yang masih belum sempurna pengaturannya hingga kini, masih perlu perbaikan hukum," lanjutnya.

Baca: Minta Saksi Ahli Kasus Soenarko, Gatot Nurmantyo: Sekarang Banyak Laki-laki yang Agak Keperempuanan

Baca: Xiaomi Luncurkan Gelang Pintar, Mi Band 4 Lebih Keren dan Berlayar Warna-warni

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved