Badrodin Haiti Dulu Jadi Kapolri, Sekarang Jabatannya Bos BUMN Bergaji Fantastis

Jenderal bintang empat ini sempat menjabat sebagai Kapolri. Dialah Badrodin Haiti, pria kelahiran Jawa Timur, 24 Juli 1958 yang kini sudah pensiun

Badrodin Haiti Dulu Jadi Kapolri, Sekarang Jabatannya Bos BUMN Bergaji Fantastis
Kolase Tribun Jabar (Tribunnews)
Badrodin Haiti sempat jadi Kapolri, kini jabatannya mentereng, bos di BUMN dan posisi penting untuk PSSI. 

SERAMBINEWS.COM - Jenderal bintang empat ini sempat menjabat sebagai Kapolri.

Dialah Badrodin Haiti, pria kelahiran Jawa Timur, 24 Juli 1958 yang kini sudah pensiun dari militer.

Karier Badrodin Haiti di kepolisian memang moncer.

Setelah menjadi lulusan terbaik Akpol 1982, ia pun sempat menduduki jabatan sebagai Kapolda.

Mulai dari Kapolda Banten, Sulawesi Tengah, hingga Sumatera Utara dan Jawa Timur.

Kemudian, kariernya semakin bersinar ketika ditarik ke Mabes Polri.

Ia pernah menjabat sebagai Wakapolri hingga Plt Kapolri.

Pada akhirnya, jabatan Pelaksana Tugas Kapolri pun membuat Badrodin Haiti resmi ditunjuk sebagai Kapolri.

Saat menjadi petinggi Polri, namanya kerap menjadi sorotan.

Hal ini tak lepas dari kisruh antara Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, komitmen dan langkahnya berakhir damai.

Ia dianggap berhasil meredamkan konflik memanas antara dua institusi penegak hukum itu.

Setelah pensiun, Badrodin Haiti pun rupanya dilirik sejumlah perusahaan besar.

Kapolri Jenderal

Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kiri) mendapat ucapan selamat dari Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) usai pengucapan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/4). ANTARA/Widodo S. Jusuf
Kapolri Jenderal Pol. Badrodin Haiti (kiri) mendapat ucapan selamat dari Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko (kanan) usai pengucapan sumpah jabatan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/4). ANTARA/Widodo S. Jusuf ()

Satu di antaranya Grab. Mulanya, sudah ada pembicaraan untuk menjadi Komisaris Utama Grab Indonesia.

Pihak Grab Indonesia bahkan sempat mengumumkan mantan Kapolri itu akan menjadi Komisaris Utama.

Namun, ujungnya Badrodin Haiti batal menjadi bos Grab Indonesia.

Melansir dari Kompas.com, hal ini disebabkan ia sebelumnya sudah diangkat menjadi bos besar di BUMN.

Badrodin Haiti ternyata sudah mengantongi jabatan penting di PT Waskita Karya.

PT Waskita Karya merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi.

"Sebelum Grab diumumkan (mengenai peran Komisaris Utama), saya sudah diangkat sebagai Presiden Komisaris di PT Waskita Karya," kata Badrodin Haiti, Jumat (17/2/2017).

Ia menjelaskan batal jadi Komisaris Utama Grab Indonesia karena ada aturan di Kementrian BUMN untuk tak rangkap jabatan di perusahaan swasta.

"Ada ketentuan korporasi di Kementerian BUMN tidak boleh rangkap jabatan presiden komisaris di perusahaan swasta. Jadi, dengan persetujuan Grab, saya telah mengurungkan pengangkatan saya sebagai Komisaris Utama Grab,” ujarnya.

Pengangkatan Badrodin Haiti menjadi bos di PT Waskita Karya atas campur tangan Menteri BUMN Rini Soemarno.

S
Komisaris Utama PT Waskita Karya Badrodin Haiti (waskita.co.id)

Rupanya, Rini Soemarno lebih dulu melirik mantan Kapolri karena melihat latar belakang Badrodin Haiti dari dunia hukum.

Di PT Waskita Karya, Rini Soemarno merupakan pemegam saham.

Ia menyebut, banyak proyek yang dijalankan perusahaan tersebut berkaitan pembebasan lahan.

Oleh karena itu, PT Waskita Karya membutuhkan sosok Badrorin Haiti sebagai Komisaris Utama.

"Waskita Karya itu banyak sekali membangun jalan tol. Waskita juga saya dorong untuk membangun transmisi PLN, yang mereka sekarang lagi membangun 500 km di Sumatera. Sebentar lagi tambah 285 km lagi. Nah ini tidak terlepas urusannya secara hukum banyak pembebasan lahan," kata Rini Soemarno, Senin (28/11/2016).

Ia menyebut, mantan Kapolri itu akan membantu penegakan hukum terkait proyek yang dijalankan Waskita Karya.

"Kami melihat Pak Badrodin sebagai mantan Kapolri bisa membantu kami juga di lapangan. Itu yang kita harapkan. Penegakan hukum," katanya.

Badrodin Haiti diangkat sebagai Komisaris Utama PT Waskita Karya pada 25 November 2016.

Ia bertugas untuk mengawasi dan memberikan masukan atas implementasi stretegi bisnis perusahaan.

Tak hanya itu, ia pun bertanggung jawab untuk mendorong penguatan manajemen risiko dan pengendalian internal perusahaan.

Hal itu perlu dilakukan agar bisa memastikan berjalannnya produktivitas perusahaan.

Menjabat sebagai bos BUMN, Badrodin Haiti pun memiliki gaji yang fantastis.

Masih dilansir dari Kompas.com, gajinya Rp 62,55 juta per bulan.

Hingga kini, wajah Badrodin Haiti pun masih tetap mejeng pada struktur organisasi komisaris di laman resmi Waskita Karya.

Selain menjadi memiliki jabatan mentereng di BUMN, Badrodin Haiti pun memiliki posisi penting untuk PSSI.

Sejak awal 2019, ia ditunjuk menjadi anggota Komite Adhoc Integritas PSSI.

Posisi ini disematkan pada mantan Kapolri untuk mencegah dan memberantas pengaturan skor persepakbolaan Indonesia.

Ia bertindak sebagai penasihat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

"Pendirian Komite Adhoc bukan menghalangi proses penyelidikan yang sedang dilakukan oleh Satgas Mafia, tapi kita bekerja sama untuk bagaimana persepakbolaan di Indonesia bisa bermartabat dan jauh dari pelanggaran, seperti manipulasi dan pengaturan skor," ujar Badrodin Haiti.(*)

Baca: M Yusuf Ditemukan Meninggal dalam Kebun Sawit di Pante Bidari

Baca: Kapolres Langsa Pimpin Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Rencong 2019

Baca: Sembunyikan 1.032 Gram Sabu dalam Sepatu, 2 Wanita Aceh Ditangkap di Bandara Hang Nadim Batam

(Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Dulu Kapolri, Jabatan Badrodin Haiti Kini Mentereng, Bos BUMN Bergaji Fantastis & Posisi untuk PSSI)

Editor: faisal
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved