Dinas Dayah Aceh Teken MoU dengan 10 Pesantren

Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Rabu (12/6), menandatangani naskah kerja sama (MOU) dengan 10 dayah

Dinas Dayah Aceh Teken MoU dengan 10 Pesantren
IST
KADIS Pendidikan Dayah Aceh, Usamah El-Madny (kiri), menandatangani MoU magang guru dayah ke Pulau Jawa dengan para pimpinan dayah di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh, Rabu (12/6). 

* Terkait Pengembangan Bahasa

BANDA ACEH - Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Rabu (12/6), menandatangani naskah kerja sama (MOU) dengan 10 dayah/pesantren di Hotel Al-Hanifi, Banda Aceh. Kerja sama itu dalam hal pengiriman teungku (guru dayah) yang magang untuk kursus bahasa Arab dan bahasa Inggris ke Pulau Jawa. Nantinya setiap daya akan mengirim lima guru.

Ke 10 dayah tersebut yaitu Dayah MUDI Mesra Samalanga (Bireuen) pimpinan Abu H Hasanoel Bashry HG (Abu Mudi), Dayah Raudhatul Muarrif (Aceh Utara) pimpinan Tgk H Muhammad Amin Daud (Ayah Cot Trueng), Dayah Darul Ulum Al-Munawwarah (Lhoksemawe) pimpinan Tgk H Abu Bakar Ismail, Dayah Darurrahmah Sepadan (Subulussalam) pimpinan Tgk M Rasyid SSosI, dan Dayah Raudharul Jannah (Subulussalam) pimpinan Tgk Amrullah.

Selanjutnya, Dayah Ruhul Fatayat (Aceh Besar) pimpinan Tgk H Muksalmina AW, LPI Mahyal Ulum Al-Aziziyah (Aceh Besar) pimpinan Tgk H Faisal Ali SSosI (Lem Faisal), Dayah Babussalam (Aceh Utara) pimpinan Tgk H Sirajuddin, Dayah Raudhatul Jihad (Gayo Lues) pimpinan Tgk Aji Slamet, dan Dayah Darul Abrar (Aceh Jaya) pimpinan Tgk H Mustafa Sarong SPdI (Walidy).

Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, H Usamah El-Madny SAg MM, dalam sambutannya setelah penandatanganan MoU tersebut menyampaikan beberapa hal terkait kerja sama dimaksud. Ia meminta pimpinan dayah untuk komit menindaklanjuti pemanfaatan ilmu yang didapat oleh guru selama magangnya. Usamah berharap guru yang sudah magang agar diberikan jam mengajar bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Selama ini, menurut Usamah, kemampuan penguasaan bahasa asing baik bahasa Arab maupun bahasa Inggri di kalangan dayah sangat terbatas. Untuk itu, ia berharap ke depan santri mahir dalam menggunakan bahasa Internasional tersebut. Sehingga, sebut Usamah, lulusan dayah tidak hanya mampu bersaing di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri.

Dikatakan, Pemerintah Aceh melalui Program Aceh Carong berkeinginan seluruh anak-anak Aceh mendapat pendidikan yang berkualitas yang mampu bersaing dan mengukir prestasi di tingkat nasional, regional, dan internasional. Usamah juga menyampaikan, program magang guru dayah untuk belajar bahasa ini didukung penuh dan disambut baik oleh pimpinan dayah. Untuk itu. ia berharap masukan agar ke depan program-program dalam meningkatkan kualitas dayah dapat terwujud sesuai impian semua pihak.

Ditambahkan, program itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman teungku dayah dalam berbahasa Arab dan Inggris, sehingga nanti ilmu yang didapat bisa diaplikasikan di dayah masing-masing. Semua ini, menurut Usamah, untuk memperkaya sisi keilmuan para guru di dayah setelah melihat proses belajar-mengajar di tempat lain.(rel/jal)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved