KPK Panggil Farid Wajdi Jadi Saksi Kasus Romi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry

KPK Panggil Farid Wajdi Jadi Saksi Kasus Romi
SERAMBINEWS.COM
FARID WAJDI IBRAHIM,Mantan Rektor UIN Ar-Raniry 

BANDA ACEH - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Prof Farid Wajdi Ibrahim MA, untuk menghadap penyidik KPK pada Selasa 18 Juni mendatang. Ia dipanggil sebagai saksi terkait kasus tindak pidana korupsi Ketua Umum PPP, Muchammad Romahurmuziy alias Rommy.

Farid dipanggil dengan surat panggilan KPK Nomor Spgl/3470/DIK.01.00/23/05/2019. Dalam surat tersebut tertulis, memanggil Prof Dr H Farid Wajdi Ibrahim MA, PNS pada Kementerian RI, alamat Banda Aceh, untuk menghadap pada penyidik KPK, Petrus Silalahi dan tim di Kantor KPK, Jakarta Selatan.

Farid diminta hadir ke Kantor KPK pada 18 Juni 2019, pukul 10.00 WIB. Dalam surat itu tertulis, pemanggilan Farid oleh KPK bertujuan untuk mendengar keterangannya sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi, yaitu menerima hadiah atau janji terkait seleksi pada Kementerian Agama (Kemenag) RI tahun 2018-2019 yang diduga dilakukan tersangka Muchammad Romahurmuziy selaku anggota DPR RI 2014-2019.

Surat tertanggal 29 Mei 2019 itu ditandatangani RZ Panca Putra S selaku penyidik atas nama Pimpinan Deputi Bidang Penindakan. Seperti diketahui, Ketua Umum PPP, Romahurmuziy ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, 15 Maret 2019. Dia kemudian ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan korupsi dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, membenarkan pemanggilan Prof Farid Wajdi Ibrahim yang juga Guru Besar UIN Ar-Raniry itu. “Benar, itu panggilan sebagai saksi dari KPK,” tulis Febri membalas pesan WhatsApp (WA) Serambi, kemarin.

Febri menjelaskan sama seperti apa yang tertulis dalam surat panggilan tersebut yaitu Farid Wajdi Ibrahim dipanggil untuk keperluan penyidikan kasus suap Rommy. “Dipanggil sebagai saksi dari KPK dalam proses penyidikan yang sedang berjalan untuk tersangka Romahurmuziy,” jelas Febri Diansyah.

Sementara Farid Wajdi yang dikonfirmasi Serambi, kemarin, juga mengakui dirinya dipanggil KPK terkait kasus suap Ketua PPP, Romahurmuziy. “Iya benar, suratnya sudah saya terima sebelum Lebaran. Itu surat internal, saya heran kenapa bisa menyebar begitu, entah siapa yang menyebarkannya,” kata Farid.

Farid mengatakan, pemanggilan dirinya oleh KPK hanya untuk keperluan penyidikan kasus suap yang menjerat Romahurmuziy setelah tertangkap OTT pada 15 Maret lalu. Karena itu, kata Farid, sebagai warga negara yang taat hukum, dirinya kooperatif dan akan hadir ke Kantor KPK di Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Juni 2019, seperti jadwal dalam surat panggilan tersebut. “Insya Allah saya akan hadir, kita akan sampaikan apa yang kita tahu,” kata Farid.

Namun, menurut Farid, dirinya tidak tahu apapun terkait kasus suap yang menjerat Ketua PPP, Romahurmuziy. Bahkan ia menyebutkan tak ada hubungan apapun dengan Romahurmuziy. “Saya tidak ada hubungan dengan Romi, saya tidak pernah jumpa dan tidak kenal sama dia. Jadi, saya ya tidak ada kaitan apapun dalam kasus ini,” jelasnya.

Prof Farid juga mengakui, bukan hanya dirinya yang dipanggil KPK untuk memberikan keterangan terkait kasus itu. Menurutnya, mantan Kadis Syariat Islam (DSI) Aceh yang juga Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof Dr Syahrizal Abbas MA juga dipanggil KPK dalam kasus yang sama. “Pak Syahrizal juga dipanggil, hanya untuk diminta keterangan tentang si Romi, tidak ada kaitan apapun dengan kita. Pak Prof Syahrizal juga sudah menguhubungi ke sana, katanya hanya untuk memberikan keterangan biasa,” demikian Prof Farid Wajdi Ibrahim MA.

Prof Syahrizal yang dihubungi Serambi, sore kemarin, untuk menginformasi hal tersebut, sempat mengangkat telepon selulernya. Namun, karena dirinya sedang mengikuti sebuah acara, Serambi langsung memutuskan sambungan telepon. Saat dihubungi kembali tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, mantan Kadis Syariat Islam tersebut tidak lagi mengangkat teleponnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved