Mawardi Ismail: Klarifikasi dari Mualem Terkait Wacana Referendum Tidak Perlu Diperpanjang

Pakar hukum Mawardi Ismail SH MHum menyampaikan pernyataan dari Mualem terkait klarifikasi itu tidak perlu diperpanjang.

Mawardi Ismail: Klarifikasi dari Mualem Terkait Wacana Referendum Tidak Perlu Diperpanjang
KOLASE SERAMBINEWS.COM
Kolase foto pakar hukum Unsyiah, Mawardi Ismail SH MHum dan Ketua PA/KPA, Muzakir Manaf. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Ketua Umum Partai Aceh (PA) yang juga Ketua Komisi Peralihan Aceh (KPA), Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem membuat klarifikasi tentang wacana referendum yang dilontarkannya dua pekan lalu.

Wacana referendum itu sudah mengundang banyak tanggapan pro dan kontra sampai ke tingkat nasional dan ikut memanaskan iklim politik pascapemilu.

Menanggapi hal itu, pakar hukum Mawardi Ismail SH MHum menyampaikan pernyataan dari Mualem terkait klarifikasi itu tidak perlu diperpanjang.

“Karena Mualem sudah mengakhirinya. Saya kira dengan demikian isu tersebut sudah berakhir, kita jangan terjebak lagi pada hal-hal yang tidak bermanfaat,” kata Mawardi Ismail saat menjadi narasumber tamu by phone dalam talkshow Radio Serambi FM, Kamis (13/6/2019) pagi.

Talkshow itu membahas Salam (Editorial) Harian Serambi Indonesia berjudul ‘Klarifikasi Mualem Bisa Menyejukkan’.

“Alhamdulillah, Mualem sudah mengklarifikasi apa yang dilontarkannya itu sesuatu yang spontan, dan bukan yang direncanakan. Bagi kita, penting Mualem menyadari isu referendum yang terlontar darinya itu tidak ada dalam MoU,” sebutnya.

Puncak dari penyelesaian konflik Aceh itu adalah dengan ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) di Helsinki, Finlandia 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka.

“Di dalam perjanjian itu pilihan yang diberikan tidak ada referendum. Maka segala sesuatu untuk menyelesaikan konflik harus merujuk pada ketentuan perundang-undnagan yang berlaku di Republik Indonesia. Dan Alhamdulillah ini ditanggapi benar oleh Mualem,” kata Mawardi Ismail.

Sementara seorang penelepon warga Aceh di Malaysia, Anwar menyampaikan pihaknya menginginkan Aceh aman, damai, dan islami. 

“Kita enggak mau sengketa, karena kita sudah merasakan susah senang, dan lebih banyak susahnya. Kita ingin Aceh aman, damai, dan islami,” harapnya.(*)

Baca: Polisi Tangkap 15 Anggota Jaringan Narkoba Internasional, 12 Tersangka Ditembak

Baca: Bisa Obati Batu Ginjal Hingga Diabetes, Inilah Manfaat Tak Terduga dari Batang Pohon Pisang

Baca: Harga Tiket Pesawat Domestik Mahal, Pengusaha Dukung Maskapai Asing Beroperasi di Tanah Air

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved