PN Periksa Saksi Calo CPNS

Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya (Pijay) kembali menggelar persidangan dalam kasus calo PNS

PN Periksa Saksi Calo CPNS
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Tim Kejaksaan Negeri Pidie Jaya (Pijay) resmi menahan tersangka penipuan dan penggelapan calo CPNS, Maimun Musa (38) alias Maimun Raja Pante (dua kiri) di Kantor Kejari Pijay. 

* Terdakwa Maimun Musa Dihadirkan

MEUREUDU – Pengadilan Negeri (PN) Pidie Jaya (Pijay) kembali menggelar persidangan dalam kasus calo PNS dengan menghadirkan lima saksi pada Rabu (12/6). Terdakwa calo CPNS Aceh asal Pijay, Maimun Musa alias Maimun Raja Pante juga dihadirkan di kursi pesakitan.

Dalam sidang kelima ini, dengan agenda pemeriksaan saksi dengan majelis hakim, M Jamil SH, Deny Syahputra SH MH, Nurul Hikmah SH MH. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU) Aulia SH serta menghadirkan lima saksi dan sekaligus terdakwa, Maimun Raja Pante yang didampingi kuasa hukum, Helman Madewa SH.

Adapun kelima saksi yang dihadirkan yakni Nazaruddin Nurdin, Anita Selfitri Nurdin, Nazaruddin Abdullah, Heriawan Syahputra Nurdin dan Isra Saputra Amri Syamaun. Kelima saksi itu seusai disumpah dengan Quran memberikan keterangan satu persatu.

Dari keterangan saksi Selfitri bahwa sejak awal Juli 2017, sudah ada informasi penerimaan CPNS di Pemrov Aceh melalui jalur khusus. Sehingga, katanya,. pada akhir 2017 mengikuti ujian formalitas di Banda Aceh bersama 18 peserta lainnya.

“Selanjutnya, beberapa bulan kemudian, diserahkan SK yang bukan asli di Hotel 88 Lamdingin, Banda Aceh dan dilanjutkan dengan pengukuran baju, sekaligus penyerahan uang kepengurusan,” sebut Anita Selfitri Nurdin di hadapan majelis hakim. Demikian juga halnya dengan saksi lainnya yang mengungkapkan sejumlah keterangan terkait dengan penipuan calo CPNS.

Sedangkan JPU Kejari Pijay, Aulia SH usai persidangan mengatakan bahwa agenda sidang untuk pekan depan masih dalam tahap pemeriksaan saksi yang tidak hadir.

“Dari keterangan, ada empat saksi lagi yang belum hadir, sehingga mereka ini dapat dihadirkan dalam sidang berikutnya pada Rabu (19/6),” jelasnya. Keempat saksi itu yaitu Riza Fahlevi A Rainy, Muhammad Sabik SH MH, Abdul Hadi, Amrul Razi Bayu Nasir Yunus dan Hendra Darmawan Murdeli.

Sementara itu, Yudhistira Maulana SH, kuasa hukum Anita Selfitri Nurdin yang menjadi korban penipuan secara terpisah mengatakan atas molornya persidangam hingga satu jam lebih, menjadikan banyak pihak kecewa. Dikatakan, persidangan yang seharusnya dimulai pukul 10.00 WIB sebagaimana di undangan, ditunda hingga pukul 11.30 WIB.

“Seharusnya, dengan rekomendasi pangalihan tahanan kota terhadap terdakwa Maimun Raja Pante, maka sidang harus diawali tepat waktu, bukan justru menjadi molor,” jelasnya. Dia berharap, PN yang masih baru terwujud di kabupaten pemekaran Pijay ini, agar lebih mengedapankan ketepatan waktu. “Seharusnya, dari sejak saat ini, harus diterapkan disiplin tepat waktu,” harapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang calo calon pegawai negeri sipil (CPNS) dimasukkan ke Rumah Tahanan Kelas II B Sigli, Pidie. Dia diduga telah menipu seorang gadis Blang Asan, Sigli, Pidie, bernama Anita Selfitri bin Nurdin (26) seratusan juta rupiah dengan iming-iming dapat menjadi CPNS di RSUZA Banda Aceh.

Pelaku yang bernama Maimun Musa (38) alias Maimun Raja Pante, warga Gampong Reudeup, Kecamatan Pante Raja, Pijay sempat ditahan di Polda Aceh pada 19 Februari 2019 lalu. Maimun Raja Pante yang juga sebagai calon legislatif (caleg) dari PPP Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Pante Raja dan Trienggadeng telah diserahkan ke Kejari Pijay pada 10 April 2019.

Tim Penyidik Direktorat Reskrim Umum (Dirreskrimum) Subdit I Polda Aceh menyerahkan tersangka dan berkas penyidikan kepada Kejari Pijay yang diterima oleh Kepala Seksie Pidana Umum (Kasi-Pidum), Aulia SH untuk selanjutnya dilakukan penuntutan. Dari fakta penyidikan, pelaku telah melakukan penggelapan uang korban Anita Selfitri Nurdin sebesar Rp 130 juta.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved